
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (21/3/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor Indonesia Februari 2021 yang mencapai US$15,27 miliar. Angka in
JawaPos.com - Industri pengolahan di Jatim memproyeksikan pertumbuhan tahun ini. Salah satu tumpuan kinerjanya adalah pasar luar negeri. Mereka mengaku bisa mengimbangi kelesuan pasar domestik karena permintaan perusahaan asing melonjak.
Direktur PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) Cahyadi Salim mengatakan, kinerja perseroan tidak optimal. Hal tersebut disebabkan tertekannya daya beli konsumen selama pandemi.
"Faktor itu didorong pergolakan harga aluminium secara global. Akhirnya kami agak kesusahan," katanya dalam RUPS tahunan.
Hal tersebut membuat kinerja penjualan turun dari Rp 1,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,02 triliun tahun lalu. Laba bersih itu bahkan melorot sebanyak 88,1 persen menjadi hanya Rp 3,99 miliar.
Namun, dia melihat potensi baru. Sebab, ekspor pada 2020 tercatat Rp 514 miliar. Angka tersebut masih di bawah capaian ekspor 2019.
Tapi, secara kontribusi ekspor sudah mencapai 49,9 persen, sedangkan kontribusi ekspor pada 2019 mencapai 46,88 persen. "Karena itu, tahun ini kami genjot kinerja ekspor. Dan, hasilnya cukup memuaskan," imbuhnya.
Cahyadi menyebutkan, pihaknya melakukan penetrasi pasar yang lebih dalam di pasar AS, Australia, dan Eropa. Hasilnya, mereka bisa meningkatkan ekspor hingga 38,1 persen tahun ini. Per Juli 2021, ekspornya mencapai Rp 445 miliar. Angka tersebut menyerap 57 persen dari total penjualan.
"Kami perkirakan bahwa kontribusi dari ekspor terus menguat. Sebab, selama awal semester II ekonomi Indonesia jatuh akibat PPKM darurat," paparnya.
Terpisah, Direktur PT Integra Indocabinet Tbk Wang Sutrisno mengatakan, pasar ekspor memang menjadi tumpuan industri pengolahan. Negara yang mereka bidik adalah Amerika Serikat (AS). Ada beberapa faktor yang membuat pasar AS menggiurkan.
Yang terbesar ialah kebijakan anti-dumping yang dilakukan AS terhadap Tiongkok. Hal tersebut membuat eksportir dari negara lain punya kesempatan lebih luas menyasar pasar AS.
"Selama semester pertama pada 2021 ini, ekspor ke AS tumbuh 132 persen. Dua kali lipat," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022