
Photo
JawaPos.com – Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) kembali menaikkan rating utang Indonesia satu tingkat menjadi BBB dengan outlook stabil. Peringkat tersebut naik dari level BBB-/stable outlook yang sebelumnya disematkan S&P kepada Indonesia. Peringkat itu cukup baik karena Indonesia melompat dari peringkat BBB-/stable ke peringkat BBB/stable, tanpa melalui peringkat BBB-/positive lebih dulu.
’’S&P selama ini paling sulit memberikan perbaikan peringkat,’’ kata Menko Perekonomian Darmin Nasution seperti dikutip Jawa Pos, Sabtu (1/6).
Dia bangga karena kini Indonesia mendapatkan peringkat BBB dari lima lembaga sekaligus. Yakni, S&P, Moody’s, Fitch Ratings, JCRA, dan R&I.
Dalam laporannya, S&P menilai ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik daripada negara-negara peers di tingkat pendapatan yang sama. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita riil Indonesia mampu tumbuh 4,1 persen berdasar rata-rata tertimbang 10 tahun. Sementara itu, pertumbuhan PDB per kapita riil dunia hanya 2,2 persen. Di sisi lain, beban utang pemerintah dinilai masih rendah dan kinerja fiskal pemerintah dinilai moderat. S&P memproyeksikan rasio utang pemerintah stabil selama beberapa tahun ke depan.
S&P juga memprediksi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) membaik. Hal itu seiring dengan permintaan global dan peningkatan daya saing Indonesia yang stabil. Namun, Darmin meragukannya. ’’Jujur saja, kita masih bergulat soal itu, baik di (neraca) migas maupun nonmigas,’’ ucapnya.
Keraguan tersebut timbul karena isu perang dagang menghangat. Dampak yang dirasakan secara global bukan hanya pada arus perdagangan barang dan jasa, tapi juga menjalar ke pasar keuangan hingga minat investasi global.
Menurut mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu, Indonesia memang sudah menunjukkan performa yang baik dalam pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai risiko global. Namun, jika perang dagang tersebut terus berlanjut, akan sulit bagi Indonesia maupun negara-negara lain untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. ’’Mudah-mudahan tidak ada lagi tindakan negara maju yang makin menekan situasi,’’ lanjutnya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, kenaikan rating menunjukkan bahwa lembaga-lembaga prestisius memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia. Selain S&P, lembaga pemeringkat Moody’s dan Fitch telah memberikan status yang sama, yaitu investment grade. ’’Dalam laporannya, S&P menegaskan bahwa salah satu faktor kunci adalah prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat diyakini tetap berlanjut setelah terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo,’’ jelasnya kemarin.
Di sisi eksternal, lanjut dia, keputusan BI menaikkan suku bunga kebijakan 175 bps dianggap sebagai kebijakan yang proaktif sehingga Indonesia mampu mengatasi risiko dari kerentanan eksternal. Selain itu, S&P meyakini bahwa Indonesia tidak menghadapi extraordinary risk terkait dengan pemburukan pembiayaan eksternal karena didukung akses terhadap pasar keuangan yang kuat dan berkelanjutan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
