
peti kemas ekspor impor
Jawapos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kebijakan yang memicu perang dagang. Kali ini Trump mengeluarkan kebijakan yang membuat pemerintah Tiongkok tersulut. AS bersiap mengenakan tarif bea masuk impor produk lain dari China setelah sebelumnya memberlakukan penetapan tarif impor baja dan aluminium.
Ahli Ekonomi Perdagangan Universitas Indonesia, Fithra Faisal menuturkan satu sisi adanya penetapan tarif impor baja dan alumunium kepada Tiongkok ini menguntungkan bagi industri dalam negeri. Lantaran, hal ini dapat menurunkan ongkos produksi industri baja.
Akan tetapi proteksi ini bisa jadi akan membuat Tiongkok mengalihkan ke negara lain. Yang paling potensial adalah negara-negara ASEAN. Jika hal itu terjadi, maka hal ini juga akan mempengaruhi daya saing industri baja dalam negeri.
“Kita memang tidak terancam secara langsung tapi kalau terjadi secara persistance sehingga meuas ke negara-negara dan sektor lain. Mungkin kita akan terkena. Sebab bisa jadi China akan mengalihkan pasarnya harus ada yang menyerap pasar Asean salah satunya Indonesia. Mau alumuniumnya atau bajanya,” tutur Faisal di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (24/3).
Dari sisi ekspor, Indonesia memang tidak terancam secara langsung. Akan tetapi kalau terjadi secara persistance ke negara dan sektor lain. Maka hal ini akan mempengaruhi industri dalam negeri.
Faisal menilai pemerintah tak perlu panik dalam menghadapi situasi ini. Syaratnya dengan memperkuat fundamental ekonomi dalam negeri. Untuk jangka pendek, pemerintah harus ada perbaikan finansial. Dimana pemerintah harus memiliki bauran kebijakan selaku otoritas fiskal.
“Yang masih bermain adalah pasar ekspektasi. Kita belum lihat ada trade war beneran tetapi lebih masalah ekspektasi,” ujarnya.
Sedangkan untuk jangka menengah, pemerintah juga sudah harus memetakan negara-negara non tradisional yang belum tersentuh oleh Indonesia. Selama ini Indonesia sudah merambah pasar Afrika seperti, Nigeria, Angola, Senegal, Afrika Selatan dan Timur Tengah.
“Di beberapa tempat non tradisonal dan belum tersentuh selama ini,” tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
