
Ilustrasi: toko ritel gelar diskon besar-besaran
JawaPos.com - Toko-toko ritel di Tanah Air terus berguguran. Para toko ritel itu tak kuasa menahan beban operasional yang besar dan tak sebanding dengan pendapatannya.
Di sisi lain, gulung tikarnya toko ritel disebut karena adanya perubahan pola konsumsi ke toko online. Kondisi itu tentu bukan sesuatu yang menguntungkan bagi toko ritel konvensional.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira menuturkan, para toko ritel itu perlu menyesuaiakan kemajuan teknologi. Sebab perubahan pola bisnis akan terus terjadi seiring kemajuan zaman.
"Mereka harus adaptasi, haruas inovasi ke online ya," ujarnya kepada JawaPos.com belum lama ini.
Meski demikian, Bhima justru merasa tutupnya toko ritel konvensional lebih disebabkan oleh kondisi perpolitikan dalam negeri, serta daya beli yang memang tidak begitu bergairah.
Bukan tanpa sebab pria asal Pamekasan, Madura itu mengatakan hal demikian. Pasalnya, toko-toko ritel di Inggris justru mampu bertahan lebih lama. Padahal, sebagian dari mereka juga telah membuat ritel online.
"Poin yang lainnya saya kira negara seperti di Inggris yang shifting online terjadi sudah cukup lama. Dia di Inggris itu juga masih ada ritel yang konvensional dan dia bisa bertahan sampai sekarang," tuturnya.
"Jangan-jangan ritel yang berguguran sekarang momentumya salah. Karena memang daya beli masyarakat lagi ada penurunan, dan jelang tahun politik semua nahan konsumsi," sambungnya.
Kendati demikian, Bhima menyebut kondisi itu tak akan berlangsung lama. Menurutnya, pada 2019 mendatang daya beli masyarakat akan kembali meningkat tajam. Hal itu tentu akan mendorong pertumbuhan perbaikan ekonomi bagi toko ritel.
"Setelah 2019 ada 260 juta penduduk dan 4 juta kelahiran bayi setiap tahunnya, itu tidak butuh popok? tidak butuh baju? dan porsi ritel online baru 1 persen ke bawah. Artinya kalau tahun 2019 Matahari, Lotus itu ekspansi lagi, saya kita walaupun yang offline itu bakal naik lagi, ini hanya temporer," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
