Ilustrasi NEKA jadi senjata baru AHI di segmen retail modern di pinggiran kota besar. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com–Peta persaingan ritel Indonesia memasuki babak baru. Di kota-kota besar, pertumbuhan gerai mulai menghadapi kejenuhan. Pusat perbelanjaan tak lagi otomatis menjadi magnet, terutama bagi konsumen kelas menengah atas yang kini lebih selektif dan cenderung mengalihkan belanja ke kanal digital atau konsep ritel yang lebih praktis.
Di sisi lain, wilayah-wilayah Tier II dari pusat kota justru menunjukkan dinamika berbeda. Pertumbuhan kawasan permukiman, ekspansi infrastruktur, serta munculnya kelas menengah baru menciptakan ruang pasar yang belum sepenuhnya tergarap.
Di wilayah inilah konsep ritel modern masih menawarkan pengalaman belanja yang dianggap baru dan relevan. Dalam konteks tersebut, langkah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI/ACES) menghadirkan NEKA sebagai merek ritel baru menjadi menarik.
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai pemegang lisensi ACE Hardware dan kini mengembangkan AZKO, memilih memperluas strategi lewat pendekatan dual brand. Strategi ini diarahkan untuk memperluas sekaligus memperkuat pangsa pasar di industri ritel perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup, dengan mempertahankan AZKO di segmen menengah ke atas, sekaligus menghadirkan NEKA guna menjangkau segmen yang lebih luas dengan harga lebih terjangkau.
AZKO tetap diposisikan sebagai ritel kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan pendekatan modern dan lokasi strategis di pusat perbelanjaan utama. Sementara NEKA hadir dengan konsep yang lebih dekat ke komunitas, menyasar kawasan permukiman dan wilayah-wilayah penyangga kota seperti Condet, Tangerang, Dramaga Bogor, Hankam Bekasi, Meruyung Depok hingga Serang.
NEKA menawarkan produk fungsional sehari-hari serta pilihan gaya hidup dengan nilai belanja lebih ekonomis. Kolaborasi dengan merek lokal seperti Paragon, Wings Group, dan Mayora di kategori kecantikan serta makanan-minuman juga mempertegas pendekatan yang kontekstual dengan kebutuhan pasar domestik.
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai ekspansi ini mencerminkan pembacaan yang realistis terhadap kondisi pasar.
Menurut Bhima, ekspansi ritel ke wilayah Tier II dan segmen menengah bawah dapat dilihat sebagai bagian dari pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru. Kota besar, kata dia, mulai menunjukkan gejala jenuh, sementara biaya operasional semakin tinggi.
”Di kota besar, pasar ritel modern relatif sudah padat. Konsep mal dan supermarket tidak lagi otomatis relevan dengan kebutuhan kelas menengah atas yang perilakunya berubah. Justru di wilayah Tier II maupun III, ritel modern masih diminati karena menawarkan pengalaman belanja yang berbeda dan lebih terjangkau,” ujar Bhima dihubungi JawaPos.com secara terpisah.
Dia menambahkan, penyesuaian ke segmen menengah bawah juga merupakan respons terhadap kondisi daya beli. Strategi rebranding dan downsizing, baik dari sisi ukuran toko maupun harga produk-menjadi langkah rasional untuk menjaga volume penjualan.
AHI menegaskan bahwa ekspansi NEKA tidak dimaksudkan untuk menggantikan AZKO, melainkan melengkapi dalam koridor strategi dual brand di pasar ritel perlengkapan rumah tangga. AZKO tetap fokus pada pengalaman belanja modern di pusat perbelanjaan utama dengan ragam produk yang lebih premium dan komprehensif, sementara NEKA dirancang dengan format toko yang lebih ringkas, lokasi lebih dekat ke permukiman, serta struktur harga yang lebih ekonomis.
Dengan diferensiasi segmen dan format tersebut, kedua merek diposisikan untuk memperluas basis konsumen tanpa saling menggerus pasar satu sama lain.
Sebelumnya, Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk di Tangerang Selatan saat meresmikan gerai terbaru NEKA mengatakan, ekspansi NEKA menegaskan kematangan strategi ACES dalam membangun portofolio ritel multi brand yang tidak kanibalistik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022