
Ilustrasi pengemudi angkutan berbasis aplikasi Go-Jek
JawaPos.com - Raksasa industri otomotif PT Astra Internasional Tbk (ASII) telah resmi mengumumkan investasi terbesarnya di perusahaan startup transportasi berbasis digital Go-Jek sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun.
Presiden Direktur Astra Internasional Prijono Sugiarto menjelaskan, alasan kuat Astra rela menggelontorkan investasi dalam jumlah besar lantara melihat adanya benang merah antara Astra dan Go-Jek yang sama-sama membidik pangsa di bidang otomotif.
Dalam hal ini, Astra mengambil pangsa pasar dari masyarakat pemilik kendaraan. Sementara pangsa pasar Go-Jek menawarkan mitra kerja sama sebagai driver atau pengemudi.
Prijono mengaku, di samping bangga terhadap karya inovasi anak muda yang dapat mengambil peluang bisnis berprospek potensial, ke depannya pihaknya akan melakukan kolaborasi di beberapa bisnis.
"Saya bangga membaca bahwa pada September 2017 ada 56 perusahaan yang mengubah dunia. Go-jek masuk di sana. Satu satunya dari Indonesia, di antara Apple, Microsoft, Google, tapi Go-Jek masuk. Dia satu-satunya dari Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujarnya di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (12/2).
Dalam kesempatan yang sama, CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim sangat mengapresiasi langkah Astra yang bersedia untuk investasi dalam jumlah besar di perusahaannya.
Menurutnya, hal ini merupakan langkah awal dari kolaborasi industri fisik dan virtual. Banyak area bisnis yang dapat ditelusuri oleh Go-Jek bersama Astra dalam penyediaan layanan di masing-masing bisnis dalam menjaring pasar pasar di tanah air.
Astra yang menggarap bisnis asuransi dan leasing pun tidak menutup kemungkinan dapat bekerja sama di daerah-daerah yang belum tersentuh Go-jek, salah satunya di Papua.
Pasalnya, Astra sendiri memegang 56 persen pangsa pasar kendaraan roda empat di Indonesia. Pada segmen sepeda motor, Astra juga menguasai 75 persen pangsa pasar sepeda motor.
“Jumlah investasi mereka paling besar dibandingkan yang lainnya. Pemain lokal besar telah berpartisipasi di bidang ekonomi digital Indonesia. Sudah saatnya ada kolaborasi yang jauh lebih erat,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
