
Petani semangat mengunjungi dan melihat langsung hasil lahan sawah dengan aplikasi Pilaroptim. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Pilarquim AgroScience Indonesia bersama PT Indo-Sino Agrochemical sebagai distributor resmi, menggelar acara peluncuran produk terbaru Pilaroptim yang berlangsung meriah.
Lebih dari 250 petani hadir dengan antusias menyaksikan langsung hasil uji coba di lahan (demo plot) padi dengan aplikasi Pilaroptim. Pilaroptim adalah produk Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang memiliki 3 campuran bahan aktif yang unik, yang mampu meningkatkan potensi panen semua jenis tanaman secara optimal.
Perbedaan hasil terlihat dengan jelas. Dengan usia tanaman yang sama, padi yang diberi Pilaroptim memiliki daun bendera lebih hijau, anakan produktif lebih banyak, batang lebih kokoh, malai lebih panjang, dan bulir padi terisi penuh serta berbobot.
Melihat perbedaan mencolok dari hasil perbandingan ini, banyak petani semakin yakin serta ingin mencoba untuk aplikasi produk tersebut di lahan masing-masing.
Perbandingan tanaman padi dengan Pilaroptim. (Istimewa)
Country Manager Pilarquim Indonesia, Ardian Tirtana Hariyono menjelaskan bahwa Pilarquim adalah perusahaan asal Shanghai, Tiongkok, dengan pengalaman lebih dari 60 tahun di lebih dari 100 negara.
“Menjadi mitra petani Indonesia dan meningkatkan hasil panen minimal 20 persen adalah mimpi besar kami,” ungkap Ardian TH di Jember, Rabu (3/9).
Sementara itu, GM Marketing PT Indo-Sino Agrochemical, Santosa Wahyu Widodo menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan penjualan agar lebih banyak petani dapat menikmati manfaat Pilaroptim.
Pada kesempatan itu, Widodo memperkenalkan tiga produk unggulan Pilarquim lainnya: insektisida Pilarta untuk mengendalikan wereng, insektisida Pilarando untuk mengendalikan penggerek batang padi dan fungisida Pilarpro untuk mengendalikan penyakit hawa pelepah padi.
"Sehingga penambahan pengenalan produk Pilarpro, Pilarta, dan Pilarando ini mampu menjadi solusi lengkap untuk budidaya padi di Indonesia," ujar Widodo.
Petani semangat menyuarakan
Pengalaman nyata datang dari Fendi Iswahyudi, seorang petani asal Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Sebelumnya, tanaman padi milik Fendi terserang penyakit asem-aseman karena stress genangan air.
"Setelah mencoba aplikasi Pilaroptim, kondisi tanaman mulai berubah seperti daun lebih hijau dan jumlah anakan meningkat," tambahnya.
Kemudian petugas Pilarquim menyarankan untuk aplikasi hingga kedua kali dengan diimbangi aplikasi pupuk majemuk lengkap untuk mendapatkan malai padi semakin panjang dan pengisian bulir penuh, hingga memengaruhi hasil panen meningkat hingga 34 persen.
Tanpa ragu, Fendi sebagai petani yang telah merasakan kesuksesan aplikasi Pilaroptim segera membeli stok tambahan dan berencana menggunakannya di lahan lain.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
