Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 02.25 WIB

Transformasi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Sinergi Lintas Industri Masih Perlu Ditingkatkan

DTS 2025 mempertemukan regulator dan pelaku industri yang bergerak di sektor digital. (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

DTS 2025 mempertemukan regulator dan pelaku industri yang bergerak di sektor digital. (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Transformasi digital ditegaskan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam Digital Transformation Summit (DTS) 2025 yang digelar Selular Media Network di Jakarta, Selasa (26/8/2025). 

Acara ini menyoroti pentingnya sinergi lintas industri untuk mempercepat digitalisasi nasional dan menopang target ekonomi pemerintah.

Pemerintah melalui RPJMN 2025–2029 sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029, level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Target ambisius ini diharapkan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045. 

Untuk mencapainya, investasi besar di bidang teknologi digital menjadi keharusan.
Sejumlah perusahaan menilai kolaborasi sebagai jalan strategis.

Telkomsel memanfaatkan teknologi data untuk mendukung efisiensi bisnis ritel, sementara ZTE Indonesia telah menjalin sinergi tak hanya dengan operator seluler, tetapi juga sektor pertambangan dan otomotif.

Dari sisi infrastruktur internet, APJII menekankan perlunya regulasi agar jumlah penyedia layanan (ISP) tidak terkonsentrasi di Jawa dan Bali. 

“Sinergi perlu dilakukan supaya internet merata. Regulasi juga penting agar persaingan tarif tidak merugikan anggota,” kata Ketua Umum APJII, Muhammad Arif ditemui di acara tersebut, Selasa (26/8).

Arif menjelaskan saat ini ada ribuan anggota APJII. Meskipun mereka dalam satu naungan, akan tetapi jika tidak diatur jumlah perusahaan ISP maka akan muncul persaingan di antara anggota bahkan muncul persaingan tarif.

“Sinergi perlu untuk kami lakukan supaya pemanfaatan internet di Indonesia ini makin merata. Tetapi perlu juga adanya regulasi supaya jumlah ISP ini tidak bertumpuk dan hanya ada di Pulau Jawa maupun Bali,” lanjut Arif. 

Arif menambahkan, dengan adanya regulasi untuk melakukan sinergi antara anggota APJII ini, maka bisa membantu pemerataan internet di seluruh Indonesia dan tidak hanya terfokus di wilayah Jawa dan Bali.

Selain infrastruktur dan regulasi, kebutuhan talenta digital juga menjadi tantangan besar. Kementerian ATR/BPN misalnya, walau diterpa berbagai isu seperti mafia tanah dan sebagainya, ATR/BPN ternyata sudah menyiapkan tenaga digital melalui rekrutmen CASN dan pelatihan khusus.

“Di Kementerian, kita butuh talenta digital dan untuk memindahkan orang yang mumpuni harus ada nota dinas dan terkadang nota dinas ini lama balasannya. Maka kita beberapa kali membuka lowongan CASN dan juga menggandeng konsultan untuk memaksimalkan talenta digital,” ungkap Mulyadi, Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi pada Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang ATR/BPN.

Hal senada juga diungkapkan Shieny Aprilia selaku Co-Founder & CEO Agate yang menyebut memperbanyak keterlibatan anak-anak muda dalam sejumlah proyeknya. 

“Saat bersinergi, misalnya saja dengan Astra, mereka meminta kami membuatkan game untuk proses rekrutmen. Game ini tentang pemecahan masalah sehingga yang terpilih nantinya benar-benar kompeten di bidangnya,” tandasnya.

DTS 2025 menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kunci untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sinergi lintas industri, dukungan regulasi, serta percepatan pengembangan talenta digital diyakini menjadi fondasi penting menuju Indonesia sebagai negara maju pada 2045.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore