
Presiden & CEO Tetra Pak Adolfo Orive (kiri) meresmikan perluasan pabrik kemasan karton di Binh Duong, Vietnam, Kamis (3/7). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tetra Pak baru saja meresmikan perluasan pabrik produksi material kemasan karton di Binh Duong, Vietnam, Kamis (3/7).
Perusahaan pemrosesan serta pengemasan makanan dan minuman asal Swedia itu baru saja menyelesaikan pembangunan area baru seluas 36 ribu meter persegi di .
Area tersebut dibangun dengan investasi senilai 97 juta Euro atau sekitar Rp 1,85 triliun. Melengkapi pusat produksi sebelumnya yang mulai beroperasi sejak 2019 dengan nilai investasi 120 juta Euro atau sekitar Rp 2,29 triliun.
Perluasan ini juga membuat kapasitas produksi perusahaan asal Swedia itu meningkat dari 12 menjadi 30 miliar kemasan karton per tahun.
"Ini merupakan bentuk komitmen kami kepada pelanggan dan komunitas yang kami layani di Vietnam dan seluruh kawasan Asia Pasifik,” ujar Presiden & CEO Tetra Pak Adolfo Orive dalam sambutannya di Tetra Pak Binh Duong.
Dia menyatakan, perluasan pusat produksi itu membuat pihaknya lebih leluasa dalam memenuhi permintaan produsen makanan dan minuman kemasan di Asia Pasifik.
"Sekaligus menciptakan lapangan kerja, mengembangkan talenta lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan ini," lanjutnya.
Keberadaan pusat produksi yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di Asia Pasifik itu juga tidak lepas dari pertumbuhan pangsa pasar Asia Tenggara yang saat ini didominasi oleh Vietnam, yakni 55 persen.
Sales Director Tetra Pak Indonesia Hendra Wijaya menjelaskan, Indonesia menjadi pangsa pasar kedua terbesar di ASEAN. "Sekitar 20 persen," terangnya.
Disusul Thailand dengan permintaan sebesar 12 persen dari kapasitas produksi terakhir sebelum perluasan pabrik.
Salah satu perkembangan paling signifikan dalam perluasan pusat produksi itu adalah penggunaan artificial intelligence (AI), untuk mendeteksi kesalahan produksi lebih cepat dan real time.
Ditambah dengan beragam teknologi yang disematkan dalam mesin, maka saat ini seluruh proses produksinya cukup ditangani oleh 350 pekerja.
Dalam peresmian itu, Tetra Pak juga memamerkan hasil daur ulang sampah kemasan produk yang mereka produksi. Sampah-sampah itu tidak didaur ulang untuk kemasan makanan lagi. Melainkan jadi beragam produk lain.
Mulai dari gantungan baju, pot, barang kerajinan, hingga atap bangunan. Namun, atap bangunan saat ini belum diproyeksikan untuk kebutuhan permukiman. Melainkan bangunan khusus seperti pergudangan dan sejenisnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
