Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 03.40 WIB

Soal Driver Ojol jadi Pegawai Tetap, inDrive Ungkap Risiko Adanya Pengurangan Jumlah Pengemudi hingga Pendapatan

Direktur Bisnis inDrive, Ryan Rwanda. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Direktur Bisnis inDrive, Ryan Rwanda. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Platform transportasi online, inDrive buka suara soal usulan para driver atau pengemudi ojek online untuk diangkat menjadi pegawai tetap.

Direktur Bisnis inDrive, Ryan Rwanda menyampaikan bahwa ada sejumlah risiko yang akan diperoleh jika kebijakan itu diterapkan bagi para pengemudi online. Apalagi, kata Ryan, status pengemudi di inDrive itu mirip dengan penumpang.

"Bahwasannya status driver di inDrive itu lebih mirip dengan konsumen, jadi statusnya sama dengan penumpang, tidak ada perbedaan. Itu kenapa kita tidak ada promosi, diskon dan segala macam terhadap penumpang," kata Ryan Rwanda dalam pertemuannya bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (19/5).

"Kita adanya tuh promosi dan diskon terhadap driver, potongan komisi yang tadinya 10, kadang kita turunin jadi 3, tambahan top up dan segala macam," tambahnya.

Lebih lanjut, Ryan membeberkan bahwa jika ada perubahan status sudah pasti akan berdampak pada pengurangan jumlah pengemudi hingga pendapatan. Pasalnya, jika hal itu diterapkan manajemen inDrive sudah pasti akan membuat sejumlah persyaratan yang lebih sulit untuk menjadi pengemudi.

Terlebih, kata Ryan, ketika pengemudi sudah menjadi pegawai tetap ada sejumlah hak yang akan diberikan dari perusahaan. Seperti, jaminan sosial hingga asuransi.

"Itu yang akan membuat jumlah driver lebih sedikit di kita atas beban itu. Lalu dengan mereka jadi pegawai tetap, dalam logic saya, saya harus memastikan pendapatan mereka per bulan," beber Ryan.

Kendati begitu, penerapan status pegawai tetap di inDrive sangat bertentangan dengan tagline perusahaan "Fighting in Justice" atau semuanya fleksibel dan semuanya itu terbuka mulai dari potongan dan segala pemilihan driver hingga pemilihan penumpang.

"Itu yang tidak akan terjadi ketika ini menjadi sebuah perubahan status driver, jadi risikonya di situ kalau dari sisi kita pak," ujarnya.

Adapun dari perhitungan kasar, Ryan memprediksi jika perubahan status diterapkan di inDrive, maka total pengurangan pengemudi bisa mencapai 10-13 persen.

Sedangkan untuk pendapatan pengemudi bisa menurun mencapai 7 persen. Utamanya jika kebijakan perubahan status pegawai benar-benar diterapkan.

"Kalau perhitungan saya sih kemarin bisa-bisa sampai hanya tersisa sekitar 10-13 persen driver yang aktif. Jadi perhitungan kasar ya baru dan pengurangan pendapatan mereka bisa minus 7 persen per bulan, karena kita harus memastikan si order tadi didistribusikan secara rata pak, bukan kompetisi di lapangan," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore