
Direktur Bisnis inDrive, Ryan Rwanda. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Platform transportasi online, inDrive buka suara soal usulan para driver atau pengemudi ojek online untuk diangkat menjadi pegawai tetap.
Direktur Bisnis inDrive, Ryan Rwanda menyampaikan bahwa ada sejumlah risiko yang akan diperoleh jika kebijakan itu diterapkan bagi para pengemudi online. Apalagi, kata Ryan, status pengemudi di inDrive itu mirip dengan penumpang.
"Bahwasannya status driver di inDrive itu lebih mirip dengan konsumen, jadi statusnya sama dengan penumpang, tidak ada perbedaan. Itu kenapa kita tidak ada promosi, diskon dan segala macam terhadap penumpang," kata Ryan Rwanda dalam pertemuannya bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (19/5).
"Kita adanya tuh promosi dan diskon terhadap driver, potongan komisi yang tadinya 10, kadang kita turunin jadi 3, tambahan top up dan segala macam," tambahnya.
Lebih lanjut, Ryan membeberkan bahwa jika ada perubahan status sudah pasti akan berdampak pada pengurangan jumlah pengemudi hingga pendapatan. Pasalnya, jika hal itu diterapkan manajemen inDrive sudah pasti akan membuat sejumlah persyaratan yang lebih sulit untuk menjadi pengemudi.
Terlebih, kata Ryan, ketika pengemudi sudah menjadi pegawai tetap ada sejumlah hak yang akan diberikan dari perusahaan. Seperti, jaminan sosial hingga asuransi.
"Itu yang akan membuat jumlah driver lebih sedikit di kita atas beban itu. Lalu dengan mereka jadi pegawai tetap, dalam logic saya, saya harus memastikan pendapatan mereka per bulan," beber Ryan.
Kendati begitu, penerapan status pegawai tetap di inDrive sangat bertentangan dengan tagline perusahaan "Fighting in Justice" atau semuanya fleksibel dan semuanya itu terbuka mulai dari potongan dan segala pemilihan driver hingga pemilihan penumpang.
"Itu yang tidak akan terjadi ketika ini menjadi sebuah perubahan status driver, jadi risikonya di situ kalau dari sisi kita pak," ujarnya.
Adapun dari perhitungan kasar, Ryan memprediksi jika perubahan status diterapkan di inDrive, maka total pengurangan pengemudi bisa mencapai 10-13 persen.
Sedangkan untuk pendapatan pengemudi bisa menurun mencapai 7 persen. Utamanya jika kebijakan perubahan status pegawai benar-benar diterapkan.
"Kalau perhitungan saya sih kemarin bisa-bisa sampai hanya tersisa sekitar 10-13 persen driver yang aktif. Jadi perhitungan kasar ya baru dan pengurangan pendapatan mereka bisa minus 7 persen per bulan, karena kita harus memastikan si order tadi didistribusikan secara rata pak, bukan kompetisi di lapangan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
