Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2024 | 17.36 WIB

Dividen Lebih Tinggi Dibanding PMN, Mufti Anam Apresiasi Erick Thohir

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam - Image

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

JawaPos.com - Setoran dividen dari BUMN kepada pemerintah selama beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kontribusi dividen BUMN selama 2020-2024 diproyeksikan mencapai angka Rp279,7 triliun, melebihi lima tahun pada periode sebelumnya. Besaran setoran dividen tersebut lebih tinggi dari penyertaan modal negara (PMN) tunai ke BUMN pada 2020-2024 yang sebesar Rp217,9 triliun

Anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN, Mufti Anam, mengatakan, capaian tersebut perlu diapresiasi di tengah situasi perekonomian yang belum sepenuhnya baik, antara lain karena dampak pandemi Covid-19.

“Saat ini porsi dividen dibanding PMN tunai sudah 56 persen banding 44 persen. Kira-kira kumulatif dividen lebih besar Rp61,9 triliun dibanding PMN. Ini tren positif, apresiasi untuk Pak Erick Thohir dan semoga tren ini ke depan harus bisa dijaga dan terus berlanjut dengan baik,” ujar Mufti Anam di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) “Kinerja Kementerian BUMN 2020-2024 dan Roadmap 2024-2034”, Sabtu (3/8/2024).

Mufti menuturkan, untuk tetap dapat memastikan tren positif setoran dividen itu terjaga, maka diperlukan sejumlah langkah. Pertama, penguatan efektivitas pengawasan dan pengendalian PMN sehingga semakin memberi dampak optimal ke kinerja keuangan BUMN, yang ujungnya adalah peningkatan laba dan setoran dividen ke pemerintah.

Mufti memahami bahwa PMN banyak dialokasikan untuk penugasan negara, seperti listrik masuk desa, jalan tol, hingga kredit usaha rakyat (KUR).

“Meskipun PMN selama ini bersifat penugasan, sebagian mengandung misi sosial-ekonomi yang besar, tetap ada yang sebagian untuk mendukung ekspansi kinerja. Efektivitas PMN akan memastikan dampaknya signifikan ke peningkatan kinerja keuangan, ke laba, dan ujungnya dividen bisa terus naik,” ujar mantan ketua HIPMI Jawa Timur tersebut.

Kedua, terus memperkuat manajemen risiko terhadap segala kegiatan bisnis dan operasional BUMN. Dengan demikian, BUMN dapat memitigasi risiko bisnis agar tidak menggerus keuangan perusahaan.

“Manajemen risiko yang baik akan memastikan BUMN mampu melakukan mitigasi terkait potensi-potensi yang dapat berdampak negatif ke operasional dan bisnis perusahaan. Sehingga kinerja keuangan terjaga dengan baik, laba meningkat, dan ruang untuk meningkatkan dividen ke negara bisa semakin luas,” papar Mufti Anam.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore