
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam
JawaPos.com - Setoran dividen dari BUMN kepada pemerintah selama beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Kontribusi dividen BUMN selama 2020-2024 diproyeksikan mencapai angka Rp279,7 triliun, melebihi lima tahun pada periode sebelumnya. Besaran setoran dividen tersebut lebih tinggi dari penyertaan modal negara (PMN) tunai ke BUMN pada 2020-2024 yang sebesar Rp217,9 triliun
Anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN, Mufti Anam, mengatakan, capaian tersebut perlu diapresiasi di tengah situasi perekonomian yang belum sepenuhnya baik, antara lain karena dampak pandemi Covid-19.
“Saat ini porsi dividen dibanding PMN tunai sudah 56 persen banding 44 persen. Kira-kira kumulatif dividen lebih besar Rp61,9 triliun dibanding PMN. Ini tren positif, apresiasi untuk Pak Erick Thohir dan semoga tren ini ke depan harus bisa dijaga dan terus berlanjut dengan baik,” ujar Mufti Anam di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) “Kinerja Kementerian BUMN 2020-2024 dan Roadmap 2024-2034”, Sabtu (3/8/2024).
Mufti menuturkan, untuk tetap dapat memastikan tren positif setoran dividen itu terjaga, maka diperlukan sejumlah langkah. Pertama, penguatan efektivitas pengawasan dan pengendalian PMN sehingga semakin memberi dampak optimal ke kinerja keuangan BUMN, yang ujungnya adalah peningkatan laba dan setoran dividen ke pemerintah.
Mufti memahami bahwa PMN banyak dialokasikan untuk penugasan negara, seperti listrik masuk desa, jalan tol, hingga kredit usaha rakyat (KUR).
“Meskipun PMN selama ini bersifat penugasan, sebagian mengandung misi sosial-ekonomi yang besar, tetap ada yang sebagian untuk mendukung ekspansi kinerja. Efektivitas PMN akan memastikan dampaknya signifikan ke peningkatan kinerja keuangan, ke laba, dan ujungnya dividen bisa terus naik,” ujar mantan ketua HIPMI Jawa Timur tersebut.
Kedua, terus memperkuat manajemen risiko terhadap segala kegiatan bisnis dan operasional BUMN. Dengan demikian, BUMN dapat memitigasi risiko bisnis agar tidak menggerus keuangan perusahaan.
“Manajemen risiko yang baik akan memastikan BUMN mampu melakukan mitigasi terkait potensi-potensi yang dapat berdampak negatif ke operasional dan bisnis perusahaan. Sehingga kinerja keuangan terjaga dengan baik, laba meningkat, dan ruang untuk meningkatkan dividen ke negara bisa semakin luas,” papar Mufti Anam.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
