Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juli 2024 | 04.02 WIB

Core Indonesia Prediksi Target Investasi Tetap Tercapai Meski Tahun ini Jokowi Lengser dan Digantikan oleh Prabowo

Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah. (ANTARA) - Image

Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah. (ANTARA)

JawaPos.com - Pengamat ekonomi yang juga Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah mengapresiasi kerja-kerja Bahlil Lahadalia selama memimpin Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam kepemimpinannya, Bahlil Lahadalia dinilai mampu meyakinkan para investor baik investor luar negeri (asing) maupun investor dalam negeri untuk berinvestasi di Indonesia,

Konsistensi Bahlil Lahadalia ini berhasil melampaui target investasi yang dipatok oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebesar Rp 1.400 triliun, dan tercatat realisasi investasi sepanjang 2023 mencapai Rp 1.418,9 triliun (101,3 persen dari target). Secara rinci, capaian realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2023 itu tumbuh 17,5 persen secara tahunan (Year-on-Year) dibandingkan capaian tahun 2022 yang mencapai Rp 1.207,2 triliun.

"Kinerja Kementerian Investasi selayaknya diapresiasi karena mampu melewati target, dan ikut membantu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global," kata Piter Abdullah, Rabu (17/7).

Bahkan, Piter Abdullah yakin betul BKPM di bawah Bahlil mampu menjaga tren positif investasi ini pada 2024, meski kedepan akan terjadi transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo Subianto. "Tahun ini diperkirakan target investasi masih bisa dicapai meskipun transisi pemerintahan," prediksi Piter.

Dijelaskan Piter Abdullah, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dengan peralihan kekuasaan akan berimbas pada ekonomi nasional. Sebab, hal tersebut tidak akan terjadi akibat dari masuknya investasi ke Indonesia saat ini.

Diakui Piter, kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan pemilu kemarin, serta peralihan kekuasaan dari Jokowi ke Prabowo yang akan berjalan mulus. "Berdasarkan empiris, keberhasilan pemilu dan lancarnya peralihan kekuasaan memberikan keyakinan investor untuk berinvestasi di Indonesia. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan transisi pemerintahan," jelasnya.

Lebih jauh Piter menuturkan, di pemerintahan baru nanti perlu ditegaskan kepada Menteri Investasi baru untuk melanjutkan kerja-kerja cerdas Bahlil Lahadalia dalam menarik masuk investasi ke Indonesia. "Menteri investasi yang baru nanti perlu melanjutkan kinerja Pak Bahlil," harapnya.

Piter pun mengingatkan pemerintah untuk tidak terbuai dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih stabil, karena kondisi global ke depan tidak menentu dengan adanya perang dan ketegangan antara Amerika Serikat dan blok Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara. "Pertumbuhan ekonomi bisa dijaga di kisaran lima persen pada 2023 karena didukung adanya pemilu," ucapnya.

"Ekonomi indonesia cukup resilien di tengah gejolak global. Tetapi, tidak bisa diklaim yang terkuat di dunia. Harus diakui bahwa perekonomian Indonesia sedikit mengalami perlambatan ya," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore