
RTH: Anak-anak bermain di kolam air Alun-alun Regol usai diresmikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Jalan Pasirluyu, Bandung, Rabu (7/2).
JawaPos.com - Alun-alun Regol merupakan kawasan bekas area pembibitan tanaman di Jalan Pasirluyu, Regol Kota Bandung. Tempat yang diklaim sepi dan menyeramkan karena kurangnya pencahayaan itu, kini telah sirna.
Pasalnya Pemerintah Kota Bandung menyulapnya menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Jalan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil meresmikan RTH tersebut dengan mencanangkan nama Alun-alun Regol. "Dulu jalan raya Pasirluyu Keueung (sepi/menyeramkan), namun sekarang jadi Alun-alunnya Kecamatan Regol," kata Ridwan Kamil usai peresmian Alun-alun Regol, Jalan Pasirluyu, Kota Bandung, Rabu (7/2).
RTH Kecamatan Regol merupakan bagian dari revitalisasi sungai Cikapundung yang membentang sepanjang 1 Kilometer di Jalan Pasirluyu Kota Bandung. "Alhamdulillah sesuai komitmen revitalisasi sungai Cikapundung di sepanjang Pasirluyu ini antara Jalan Pelajar Pejuang dan Soekarno Hatta, sudah kita resmikan," jelasnya.
Pria berkaca mata yang akrab disapa Kang Emil ini mempunyai mimpi dimana setiap Kecamatan di Kota Bandung memiliki Alun-alun. "Mimpinya nanti satu kecamatan punya alun-alun sendiri untuk melaksanakan kegiatan upacara dan lain-lain," ucapnya.
RTH Alun-alun Regol yang sejuk dengan aneka bunga dan pohon rindang ini mendapat kucuran dana sebanyak Rp 25 miliar, yakni Rp 20 miliar dari APBD Kota Bandung dan Rp 5 miliar dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
Revitalisasi sungai merupakan komitmen Pemkot Bandung terhadap Citarum. "Karena anak sungai di Bandung InsyaAllah sudah kita rapihkan dan bersihkan dengan berbagai program," ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Arief Prasetya menambahkan, revitalisasi sungai Cikapundung sepanjang 1 kilometer di Jalan Pasirluyu dibagi dua tahap. Tahap pertama 600 meter yang telah diresmikan dan tahap kedua 400 meter masih dalam proses.
Menurut Arief, RTH Jalan Pasirluyu terdiri dari beberapa zona. "Zona natural terdiri dari zona tegakan pohon, zona tanaman bunga, zona gazebo, atau area duduk," jelas Arief sewaktu peresmian Alun-alun Regol, Jalan Pasirluyu, Kota Bandung, Rabu (7/2).
Sementara di bagian lain, imbuhnya, terdapat zona urban yang terbagi menjadi dua bagian yakni zona urban aktif yakni Alun-alun Regol, area kaulinan barudak Sunda, playground, kolam ikan, tanaman bunga. Sedangkan zona urban pasif yakni ruang duduk, zona seni, dan taman bunga.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
