Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Juli 2018 | 00.15 WIB

Pesan DPR RI Terkait Meningkatnya Kejahatan Narkoba di Sulsel

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmon Junaidi Mahesa (tengah) bersama sejumlah PJU Polda Sulsel, BNNP Sulsel, Kajati Sulsel, Kanwil Kemenkumham Sulsel saat memberikan keterangan usai rapat koordinasi penegakan hukum di Sulsel, di kantor Kejati Sulsel, Jala - Image

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmon Junaidi Mahesa (tengah) bersama sejumlah PJU Polda Sulsel, BNNP Sulsel, Kajati Sulsel, Kanwil Kemenkumham Sulsel saat memberikan keterangan usai rapat koordinasi penegakan hukum di Sulsel, di kantor Kejati Sulsel, Jala

JawaPos.com - Kejahatan narkoba di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan. Hal itu dilihat dari catatan panjang pihak kepolisian khususnya Polda Sulsel dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel dalam melakukan penanganan teknis, seperti penindakan.


Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmon Junaidi Mahesa mengimbau, kepada kedua instansi tersebut jangan hanya berkoordinasi saat penindakan saja. Tetapi juga harus berkoordinasi dalam pencegahan.


"Contoh kasus itukan misalnya di Parepare, harusnya ada suppport dalam pencegahan. Ada koordinasi harusnya disana, antara Kepolisian, BNN dan Pemda,"kata Desmon usai rapat koordinasi dengan sejumlah Pejabat Utama (PJU) institusi penegak hukum se-Sulsel di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (30/7).


Desmon pun mendesak, agar pihak Kepolisian dan BNNP berkoordinasi lebih aktif dengan Pemda untuk melakukan pencegahan penanganan kasus terhadap para pelaku kejahatan tersebut. Di luar itu, ia mengaku tetap mengapresiasi tindakan aparat kepolisian dan BNNP, yang menurutnya sigap dalam melakukan pencegahan dalam bentuk penindakan khususnya dalam kasus penyalahgunaan narkoba.


"Kita harus melihat persoalan kasus-kasus seperti ini lebih jernih. Penindakan dalam jalur koordinasi mesti ditingkatkan, hingga pada proses hukumnya nanti," tambahnya.


Dijelaskan Desmon, selain penindakan, faktor penentu lain sehingga Sulsel disebut sebagai kategori daerah dengan tingkat kekajahatan narkoba yang cukup tinggi adalah, karena kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Makassar, yang jumlah penghuninya dari tahun ke tahun terus bertambah.


"Lapas tidak pernah sekalipun berkurang. Tapi selalu nambah, jadi itu berarti penindakannya cukup baik," ucap politisi dari Fraksi Gerindra ini.


Disisi lain Desmon mengatakan, pintu masuk peredaran narkoba di Sulsel disebutkannya masuk melalui Kota Parepare. Disana narkoba masuk melalui jalur laut yang kerap dimanfaatkan para pelaku. Dipilihnya daerah itu sebagai lokasi peredaran narkoba, karena disinyalir cukup strategis.


Sementara itu Kapolda Sulsel, Irjen Umar Septono mengatakan, persoalan koordinasi dengan Pemda, khusus dalam pencegahaan hanya akan dilakukan pihak dari BNNP. Khusus untuk pihaknya ditegaskan Umar, dalam penanganan dan penindakan sama sekali tak membutuhkan koordinasi.


"Kita tidak perlu koordinasi, ya kalau ada yang terlihat khusus dalam kasus penyalahgunaan narkoba langsung kita tindaki. Sepanjang belum ada yang tertangkap, pasti kita usut hingga tertangkap sampai tuntas," pungkasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore