Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2018 | 00.42 WIB

Begini Reaksi Istri Gubernur Jabar Terkait Video Porno di Bandung

Netty Prasetiyani. - Image

Netty Prasetiyani.

JawaPos.com - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan mengaku prihatin dengan viralnya video porno wanita dewasa dengan dua bocah di bawah umur yang diduga dilakukan di Bandung, Jawa Barat.

Video yang berdurasi satu jam lebih dengan menampilkan adegan threesome itu dirasanya mengagetkan publik.


"Tentu atas nama pribadi dan P2TP2A  saya merasa sangat prihatin. Ini adalah sinyal bahaya bagi masa depan anak anak kita dan perjuangan bangsa ini," ungkap istri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ini di Gedung Pakuan Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Bandung, Sabtu (6/5).

Menurut Netty, begitu dia akrap disapa ini, pihaknya sudah berkoordinasi kepada pihak kepolisian Jawa Barat termasuk Kapolda. "Alhamdulillah Pak Kapolda bergerak cepat membentuk satgas dan membagi kedalam beberapa tim," ucapnya.

Beberapa tim tersebut yakni tim penyisir TKP, pencari identitas anak sebagai korban termasuk pelaku dan sebagainya, dan tim penyidik CCTV.


"Itu menjadi ranah teman teman kepolisian yang sudah dibentuk oleh kapolda dan dibantu oleh tim polri," bebernya.

Sejauh ini pihaknya terus berkoordinasi dengan tim satgas. Nantinya ketika identitas anak ini sudah diketahui maka menjadi ranah dari P2TP2A untuk melakukan serangkaian penanganan.


"Yakni untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan trauma yang dialami oleh korban. Karena saya yakin ini adalah perbuatan yang sangat keji untuk anak anak yang seharusnya membangun masa depan," katanya

Kedepannya, P2TP2A akan berupaya untuk memberilan edukasi atau serial edukasi kepada orang tua kemudian bisa menjaga pengawasan terhadap putra putrinya.

Netty mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk tidak menyebarkan video tersebut. "Jika masih memiliki video tersebut untuk tidak menyebarkan," pungkasnya.

Karena selain terancam UU ITE, penyebaran video tersebut sangat berdampak buruk bagi kejiwaan anak anak secara khusus dan masyarakat secara umum.

Video yang diduga kuat dibuat di salah satu hotel di Bandung pada November 2017 lalu, kini masih dalam penyidikan kepolisian.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore