
REKOR MURI: Sejumlah siswa dan chef tengah menyusun timus menjadi replika PG Colomadu, Sabtu (18/8).
JawaPos.com - Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, De Tjolomadoe mengadakan festival Timus, Sabtu (18/8). Tidak sekadar festival, gelaran yang menyajikan makan tradisional khas Karanganyar tersebut dengan jumlah mencapai 17.845 buah.
Banyaknya timus yang disajikan ini membuat gelaran ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Direktur Utama De Tjolomadoe sekaligus Ketua Penyelenggara, Rachmat Priyatno menjelaskan, kegiatan ini ditujukan untuk memeriahkan HUT ke -73 Republik Indonesia. Selama ini kegiatan untuk menyambut kemerdekaan lebih pada pesta saja. Tetapi, dengan adanya festival ini pihaknya juga ingin mengembangkan kesejahteraan rakyat.
"Karena kami juga menggandeng dari UMKM, sehingga kegiatan ini bisa memberikan dapat terhadap perekonomian," terangnya kepada JawaPos.com, di sela kegiatan.
Rachmat menambahkan, selain memecahkan rekor MURI, kegiatan ini juga untuk semakin mengenalkan nama De Tjolomadoe dan juga Kabupaten Karanganyar. Untuk membuat timus dengan jumlah mencapai 17.845 menghabiskan ketela sebagai bahan utama timus sebanyak 2,1 ton. Ketela yang digunakan untuk pembuatan timus adalah ketela ungu dan ketela biasa.
Untuk pembuatan timus sendiri ini melibatkan lima kelompok UMKM. Dan satu kelompok terdiri dari lima sampai dengan sepuluh anggota. Timus yang tersaji ini dibuat dalam bentuk replika pabrik gula (PG) Colomadu yang sekarang sudah berubah menjadi De Tjolomadoe.
Untuk penyusunan replika ini melibatkan para siswa dari SMKN Karanganyar sebanyak 20 siswa, dari Indonesian Chef Association (ICA) sebanyak 10 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Chef Brian Wicaksono yang berlaku sebagai ketua dalam penyusunan replika mengatakan, bahwa timus yang dibuat memiliki ukuran panjang lima sentimeter dan berdiameter tiga sentimeter.
"Pemilihan timus ini untuk mengangkat budaya kuliner yang ada di Karanganyar. Selain itu, supaya keberadaan makanan tradisional seperti timus ini tidak tergerus oleh zaman," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang turut hadir dalam festival timus mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi gelaran ini. Pria yang akrab disapa Yuli itu mengatakan, bahwa pemerintah akan terus mendukung setiap upaya yang dilakukan untuk melambungkan nama Karanganyar.
Eksekutif Manajer MURI, Sri Widyati mengatakan, untuk bisa masuk dalam MURI haruslah memenuhi empat hal yakni paling, pertama, unik dan langka (PPUL). Dan festival ini masuk dalam kategori tersebut.
Pihaknya juga sudah melakukan penghitungan jumlah timus yang akan dibuat replika bangunan PG Colomadu. "Kalau jumlah timusnya pasti jauh lebih banyak, tetapi ini hanya diambil dengan angka cantik disesuaikan dengan tanggal bulan dan tahun kemerdekaan," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
