Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Desember 2025 | 04.25 WIB

Kemenhut Bersihkan Limbah Kayu Banjir Aceh-Sumut, Akses Warga Mulai Terbuka

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kerahkan alat berat guna mempercepat pembersihan sisa-sisa kayu dan lumpur akibat banjir bandang di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. (Istimewa) - Image

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kerahkan alat berat guna mempercepat pembersihan sisa-sisa kayu dan lumpur akibat banjir bandang di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat membersihkan sisa-sisa kayu dan lumpur akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Pemulihan akses transportasi dan aktivitas warga yang sempat lumpuh total menjadi prioritas utama.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menegaskan bahwa seluruh personel dan alat berat telah dikerahkan secara maksimal di lapangan.

"Kami mengerahkan personel dan peralatan secara maksimal agar pembersihan tumpukan kayu limbah bencana dapat segera diselesaikan. Fokus utama kami adalah membuka akses, membersihkan fasilitas pendidikan dan rumah warga, serta memastikan lingkungan kembali aman," ujar Subhan.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, fokus pembersihan tertuju pada Pesantren Darul Mukhlisin. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, hingga Kementerian PUPR bekerja bahu-membahu hingga malam hari.

Hingga Senin (22/12), pembersihan di pesantren tersebut sudah mencapai 30 persen. Khusus untuk Asrama Putra lantai 1, progresnya bahkan sudah menyentuh angka 50 persen.

Kayu-kayu besar pun akan mulai diangkut menuju lokasi penampungan sementara menggunakan mekanisme penarikan alat berat hari ini, Selasa (23/12).

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, tim gabungan sukses membuka akses jalan sepanjang satu kilometer di Kecamatan Langkahan. Tak hanya jalan, SD Negeri 12 Langkahan juga menjadi sasaran pembersihan agar para siswa bisa segera kembali belajar dengan nyaman.

Strategi Penanganan di Sumatera Utara

Kondisi serupa terlihat di Provinsi Sumatera Utara. Kepala BBKSDA Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menjelaskan, pembersihan dilakukan di tiga titik utama yakni Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang.

Tim di lapangan tidak hanya mengangkut kayu dan lumpur, tetapi juga melakukan langkah preventif. Mereka membuat parit penampungan lumpur cair guna mengantisipasi air hujan masuk kembali ke rumah warga yang sudah bersih.

Novita menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak akan luntur hingga kondisi benar-benar normal.

"Kami memastikan sinergi lintas sektor tetap berjalan. Kemenhut berkomitmen hadir di lapangan sampai kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat benar-benar pulih," katanya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore