
Ilustrasi Karhutla
JawaPos.com - Tiga unit helikopter pengebom air diterbangkan untuk mengatasi titik-titik api yang tersebar di empat kabupaten/kota di Provinsi Riau, Senin (16/8). Tiga helikopter itu masing-masing berjenis Sikorsky S61 dan Kamov KA-32A bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Bell 412 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan, heli tersebut dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan yang tengah terjadi.
"Tiga helikopter mampu mengangkut hingga lima ton air sekali terbang. Saat ini tim Satgas Karhutla masih berjibaku memadamkan kebakaran di empat wilayah," jelasnya pada Senin (16/7).
Adapun empat kabupaten/kota yang menjadi prioritas saat ini adalah Kota Dumai, Rokan Hilir (Rohil), Rokan Hulu (Rohul) dan Siak. Ia melanjutkan, pagi ini, satelit Terra dan Aqua mendeteksi adanya 17 titik panas Riau. Titik tersebut tersebar di Kabupaten Rohil sebanyaj k enam titik, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ada lima titik, Kabupaten Kampar dan Kota Dumai masing-masing dua titik serta Kabupaten Siak dan Meranti masing-masing satu titik.
"Dari jumlah titik panas itu, ada 12 yang terdeteksi sebagai titik api. Ada di Kabupaten Rohil lima titik api, Kabupaten Rohul ada tiga titik, Kota Dumai ada dua titik serta Kabupaten Kampar dan Siak masing-masing satu titik," jelasnya.
Seperti yang diketahui, Pemerintah Provinsi Riau sepakat memperpanjang status siaga darurat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari 1 Juni hingga 30 November 2018.
Sebelumnya, Dansatgas Karhutla Provinsi Riau, Kolonel Sonny Aprianto, perpanjangan status yang semula ditetapkan sejak 19 Februari hingga 31 Mei ini, dilakukan mengingat pada bulan Juni, Riau sudah memasuki musim kemarau.
"Jadi ini antisipasi Pemerintah Daerah untuk memperpanjang siaga darurat ini sampai enam bulan," ujar Sonny yang menjabat Komandan Korem 031/Wirabima, usai rapat perpanjangan status di kantor Gubernur Riau, beberapa waktu lalu.
Pertimbangan lainnya sehingga diperpanjangnya status itu juga karena, pada bulan Agustus dan September nantinya ada pelaksanaan Asean Games yang berpusat di provinsi tetangga Sumatera Selatan."Dan memang lebih ideal sampai November," terangnya.
Para personel Satgas maupun peralatan pemadaman juga sudah siaga untuk berijabaku memadamkan api sejak awal penetapan status pada Februari lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
