Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Desember 2025 | 20.44 WIB

Korban Banjir Sumatera Mulai Terserang Tifus dan Gatal-Gatal, Ini 4 Langkah Kemenkes

Sampan masyarakat yang dibisniskan untuk evakuasi di tengah banjir besar Tanjungpura, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos) - Image

Sampan masyarakat yang dibisniskan untuk evakuasi di tengah banjir besar Tanjungpura, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos)

JawaPos.com–Korban bencana banjir Sumatra yang melanda tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, mulai terserang sejumlah penyakit. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, para korban mulai terkena gatal-gatal, demam, hingga yang paling mengkhawatirkan adalah tipes.

"Ini sudah mulai ada yang gatel-gatel, ada yang sudah banyak yang demam, sudah banyak yang sakit tipes, dan sebagainya," ujar Dante Saksono di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12).

Pernyataan Wamenkes ini menegaskan bahwa penanganan pasca banjir bukan hanya soal logistik, tetapi juga penanganan medis. Data Kemenkes mencatat 75 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, sebanyak 50 di antaranya mengalami dampak signifikan.

4 Strategi Kemenkes: Cegah Wabah Pasca Banjir

Untuk merespons krisis kesehatan ini, Kemenkes telah menyiapkan empat strategi utama. Strategi ini dirancang untuk memastikan penanganan medis yang optimal bagi para korban banjir dan mencegah penyebaran penyakit menular.

1. Penanganan Medis Langsung di Lokasi Bencana

Prioritas utama adalah memberikan pertolongan medis segera bagi warga yang mengalami luka atau trauma fisik akibat bencana. Tim kesehatan telah dimobilisasi ke lokasi pengungsian dan area terdampak.

"Yang pertama adalah penanganan langsung terhadap korban yang mengalami luka," ucap Dante.

"Kemudian yang ketiga adalah melakukan bantuan obat-obatan bahan habis pakai supaya bisa terkendali," terang Dante Saksono.

4. Kerahkan Tenaga Kesehatan dari Pusat ke Daerah

Dante mengatakan, pihaknya terus menambah tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah terdampak. Dengan begitu, masyarakat bisa langsung mendapatkan penanganan dari ahli.

"Dan yang keempat adalah mobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah tersebut, sehingga bisa mendapatkan pelayanan yang lebih optimal untuk mereka berdampak," ucap Dante Saksono.

Wamenkes Dante memastikan bahwa Kemenkes tidak bergerak sendirian. Koordinasi intensif dilakukan hampir setiap hari dengan pemerintah daerah untuk memantau situasi kesehatan secara real-time.

"Ini nanti akan kita tangani dengan strategi kita, koordinasi antara pemerintah daerah," kata Dante Saksono.

Pertemuan virtual (vicon) rutin digelar bersama Kepala Dinas Kesehatan dari seluruh wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kasus penyakit, termasuk tifus dan demam, dapat ditangani dengan cepat dan terstruktur.

"Hampir setiap hari kita melakukan vicon di Kementerian Kesehatan dengan Kepala Dinas seluruh daerah yang berdampak. Ada 75 kabupaten/kota yang di tiga provinsi tersebut, 50 di antaranya terdampak dan kita selalu melakukan evaluasi setiap hari," terang Dante Saksono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore