
Sampan masyarakat yang dibisniskan untuk evakuasi di tengah banjir besar Tanjungpura, Langkat. (Istimewa/Sumut Pos)
JawaPos.com–Korban bencana banjir Sumatra yang melanda tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, mulai terserang sejumlah penyakit. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, para korban mulai terkena gatal-gatal, demam, hingga yang paling mengkhawatirkan adalah tipes.
"Ini sudah mulai ada yang gatel-gatel, ada yang sudah banyak yang demam, sudah banyak yang sakit tipes, dan sebagainya," ujar Dante Saksono di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12).
Pernyataan Wamenkes ini menegaskan bahwa penanganan pasca banjir bukan hanya soal logistik, tetapi juga penanganan medis. Data Kemenkes mencatat 75 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, sebanyak 50 di antaranya mengalami dampak signifikan.
Untuk merespons krisis kesehatan ini, Kemenkes telah menyiapkan empat strategi utama. Strategi ini dirancang untuk memastikan penanganan medis yang optimal bagi para korban banjir dan mencegah penyebaran penyakit menular.
Prioritas utama adalah memberikan pertolongan medis segera bagi warga yang mengalami luka atau trauma fisik akibat bencana. Tim kesehatan telah dimobilisasi ke lokasi pengungsian dan area terdampak.
"Yang pertama adalah penanganan langsung terhadap korban yang mengalami luka," ucap Dante.
"Kemudian yang ketiga adalah melakukan bantuan obat-obatan bahan habis pakai supaya bisa terkendali," terang Dante Saksono.
Dante mengatakan, pihaknya terus menambah tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah terdampak. Dengan begitu, masyarakat bisa langsung mendapatkan penanganan dari ahli.
"Dan yang keempat adalah mobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah tersebut, sehingga bisa mendapatkan pelayanan yang lebih optimal untuk mereka berdampak," ucap Dante Saksono.
Wamenkes Dante memastikan bahwa Kemenkes tidak bergerak sendirian. Koordinasi intensif dilakukan hampir setiap hari dengan pemerintah daerah untuk memantau situasi kesehatan secara real-time.
"Ini nanti akan kita tangani dengan strategi kita, koordinasi antara pemerintah daerah," kata Dante Saksono.
Pertemuan virtual (vicon) rutin digelar bersama Kepala Dinas Kesehatan dari seluruh wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kasus penyakit, termasuk tifus dan demam, dapat ditangani dengan cepat dan terstruktur.
"Hampir setiap hari kita melakukan vicon di Kementerian Kesehatan dengan Kepala Dinas seluruh daerah yang berdampak. Ada 75 kabupaten/kota yang di tiga provinsi tersebut, 50 di antaranya terdampak dan kita selalu melakukan evaluasi setiap hari," terang Dante Saksono.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
