Relawan Kesehatan, Ike Yuli Suryani, memeriksa tensi pengungsi Semeru di posko SD Negeri Supiturang 4, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-SD Negeri Supiturang 4 menjadi salah satu posko pengungsian bagi ratusan warga Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pasca erupsi dahsyat pada Rabu sore (19/11).
Memasuki hari keempat, Sabtu (20/11) para warga mulai mengeluhkan masalah kesehatan, terlihat di sudut sekolah, tempat posko kesehatan berada. Tak ada antrean memang, namun warga silih berganti minta diperiksa.
"Dokter saya coba diperiksa, pusing," tutur nenek berkerudung ungu kepada relawan kesehatan di posko. Benar saja, setelah dilakukan cek tekanan darah, tensi nenek tersebut cukup tinggi, di atas 140/90 mmHg.
Di sudut yang sama, berjejer macam-macam obat di atas meja posko pengungsian. Tak hanya obat-obatan, tersedia pula berbagai macam kebutuhan dasar yang disiapkan untuk memenuhi keperluan para pengungsi.
Koordinator relawan kesehatan Posko SD Negeri Supiturang 4, Ike Yuli Suryani tampak sibuk melayani pemeriksaan tensi. Tak jarang seorang pria meminta popok bayi kepadanya. Seorang ibu-ibu juga bersahut meminta minyak angin.
Koordinator relawan kesehatan di Posko SDN Supiturang 4, Ike Yuli Suryani, tampak sibuk melayani pemeriksaan tensi. Di sela-sela itu, seorang pria meminta popok kepadanya, ada pula ibu-ibu yang mencari minyak angin.
"Kebanyakan (disini para pengungsi keluhannya) nyeri kepala sama pegel linu. Ada warga yang mengeluh hirup debu vulkanik, ditambah dia punya riwayat asma, akhirnya kambuh," tutur perempuan berkerudung abu-abu.
Tak jarang warga di posko pengungsian SD Negeri Supiturang 4 mengalami batuk pilek karena cuaca di musim hujan. "Tetapi nggak terlalu banyak, sih. Paling banyak itu tadi, nyeri kepala sama pegel linu," imbuhnya.
Hingga kini, lanjut Ike, belum ada pengungsi di SD Negeri Supiturang 4 yang mengalami kondisi gawat. Kebanyakan hanya datang untuk memeriksakan tensi atau meminta obat-obatan ringan yang mereka butuhkan.
"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang sampai butuh perawatan khusus. Maksudnya tidak perlu sampai dirujuk (ke rumah sakit). Pengungsi ke sini minta ditensi sama cari obat," tutup Ike.
Sebelumnya, terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
