KH Taufiqurrohman Muchit, pengasuh Ponpes Sunan Ampel, Jombang.
JawaPos.com- Jajaran kepengurusan definitif PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024 hasil penunjukan PBNU, memang telah disahkan dan dilantik pada Sabtu (20/5) lalu. Namun, masih menyisakan masalah. Belakangan, sejumlah tokoh dan kiai resmi membuat surat pernyataan untuk mundur dari kepengurusan.
Dari data yang didapat Jawa Pos, beberapa pengurus yang menarik diri antara lain KH Taufiqurrohman Muchit, yang ditempatkan di jajaran mustasyar (penasehat). Kiai Taufiq merupakan salah seorang kiai sepuh pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Ampel, Jombang. Berasal dari Pati, Jawa Tengah, keturunan Mbah KH Mutamakkin dan Nyai Hj Maryam Muhsinah (keturunan Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy'ari, generasi ke empat).
Selain Kiai Taufiq, tokoh lain yang menarik dari adalah KH Salmanuddin Yazid, pengasuh Ponpes Babussalam, Jombang, yang juga ditempatkan di jajaran mustasyar. Sebelumnya, Kiai Salman merupakan ketua tanfidziah PCNU Jombang masa khidmah 2017-2022. Lalu, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, pengasuh Ponpes Al Muhsinin, Jombang, yang ditempatkan di jajaran syuriah (dewan syura).
Dalam salinan surat pernyataan bermaterai, ketiganya menuliskan pernyataan yang disampaikan kepada PBNU dengan bunyi berikut:
Sehubungan telah beredar susunan pengurus PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024 yang mana nama saya tercantum dalam susunan tersebut, namun tidak disertai Surat Keputusan sebagamaina mana mestinya.
Setelah mendengarkan siaran langsung acara halalbihalal dan pelantikan pengurus PCNU Jombang masa khidmah 2023 melalui kanal YouTube pada jam, menit, dan detik 1.10.00 disebut Surat Keputusan PBNU Nomor: 205/PB.01/A.II.01.45/99.05/2023 tentang penunjukan dan kepengurusan PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024 yang mana disebut nama saya beserta posisi jabatan dalam struktur tersebut.
Dengan memohon ridho Allah SWT saya menyatakan tidak bersedia (huruf kapital dan bergaris bawah, Red) ditunjuk dan disahkan dalam kepengurusan definitf PCNU Kabupaten Jombang masa khidmah 2023-2024. Saya tetap khidmat di Nahdlatul Ulama dan syiar dan dakwah langsung di tengah masyarakat dan Nahdliyyin.Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sadar dan sebenarnya.
Sebelumnya, Katib (Sekrataris) Syuriah Dr Sholahudin Fathurrahman juga membuat surat pernyataan mundur.
Saat pelantikan, dinamika di kepengurusan PCNU Jombang ini juga mendapat respons dari PBNU. Baik dari Sekjen Saifullah Yusuf, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Rais Aam KH Miftakhul Akhyar. Dalam sambutannya, Gus Yahya—panggilan akrab KH Yahya Cholil Staquf—antara lain menyinggung persoalan mundur itu.
’’Tadi, Sekjen menyebut-nyebut tentang soal mundur dari pengurus, misalnya. Kalau mau mundur silakan. Saya harap ini tidak terjadi. Karena kita bukan mau rebutan kekuasaan…’’ demikian salah satu pernyataan Gus Yahya dalam sambutannya.
Sementara itu, kepada wartawan KH Abdussalam Shohib, wakil ketua PWNU Jatim, menyatakan, pada Senin (22/5) dirinya bersama sejumlah kader sudah mengirimkan somasi kepada PBNU. Isinya antara lain mendesak agar SK kepengurusan definitif PCNU Jombang masa khidmah 2023-2024 dicabut. Sebab, penunjukan pengurus itu dinilai tidak sah dan melanggar AD-ART NU.
Jika tidak ada jawaban atas somasi itu, lanjut dia, pihaknya akan menggugat perdata ke pengadilan. ‘’Ini bukan soal apa-apa. Tapi bagian dari ikhtiar untuk saling mengingatkan. Sebab, masalah ini juga menjadi amanat Kiai Nashir (almarhum KH Abdul Nashir Fattah, mantan Rais Syuriah PCNU Jombang, Red). Bahwa, masalah kepengurusan harus terus diperjuangkan, bila pun sampai ke jalur hukum,’’ ungkap pengasuh Ponpes Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, tersebut.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
