Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 September 2018 | 22.05 WIB

Ribuan 'Tuyul' di Berangus, Driver Grab Jujur: Gak berkah Kalau Curang

Driver Grab saat ditanya soal - Image

Driver Grab saat ditanya soal

JawaPos.com - Aplikator Grab belum lama ini menyatakan telah menghapus atau memblokir 11 ribu lebih akun yang melakukan kecurangan dengan penggunaan istilah tembak orderan 'tuyul' kamis (13/9).


Hal itu disampaikan langsung oleh Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat ditemui di kantor Grab Indonesia di Maspion, Jakarta utara, menyatakan pemblokiran 11 ribu lebih akun Grab yang tersebar di Nusantara itu menyebabkan kerugian Terhadap pihak aplikator dan driver yang jujur.


"Orderan fiktif dengan menggunakan 'tuyul' ini membuat rugi Grab, tapi mitra Grab yakni driver pun dirugikan. Akun yang terbukti di order fiktif itu sudah nggak bisa lagi masuk sistem kami lagi," jelas Ridzki kamis (13/9).


Sementara itu, Ibuy, 38, yang merupakan seorang driver online yang ditemui JawaPos.com di sekitar Rumah Sakit Umun Persahabatan RSUP Rawamangun, Jakarta Timur, menerangkan pemakaian 'tuyul' bisa dengan sangat cepat mendapatkan order. Hal ini dikarenakan si pengguna menaruh tuyul tersebut di beberapa titik dalam aplikasi GPS yang mereka unggah.


"Saya pernah tanya ke driver yang curang pakai tuyul, mereka(pengguna tuyul) bisa cepat dapat orderan. Cuma 5 menit langsung dapat, kalau mereka nunggu operator lama katanya bisa sampai setengah jam," terang Ibuy (15/9).


Selain itu, dia juga merasa kesal dengan keberadaan 'tuyul', karena itu merupakan kecurangan dan merugikan penumpang saat sedang dikejar oleh waktu.


"Kesel lah liatnya, saya gak pernah curang seperti itu. Soalnya kan kalo penumpang lagi terburu-buru kasihan nunggunya kalau titik yang dia taro itu jauh dari lokasi yang order," ungkap ayah dua anak itu.


Dari pemblokiran lebih dari 11 ribu akun, ibuy mengatakan, dirinya merasa diperdulikan oleh perusahaan. Namun dia juga menjelaskan, jika menafkahi keluarga dengan cara yang dapat merugikan orang, tidak akan bertahan lama dan merasa rezeki yang tidak diberkahi. Disertai perasaan was-was, mata pencaharian satu-satunya itu tidak bisa memberikan fungsi lagi.


"Gak akan berkah kalo curang, kasihan juga anak istri saya kalo saya kasih makan dari hasil nyurangin orang. Kan kalo kita curang lagian kita-kita juga yang susah kalau ketahuan sama operator. Pasti juga ada perasaan was-was kalo diblokir, kita gak akan bisa cari uang lagi," tutup pria berompi hijau, hitam itu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore