
Peltu (Purn) Sukiman, menangis tersedu sembari memegang foto anak semata wayangnya, Halim
JawaPos.com - Penyebab kematian KLK Achmad Halim Mardyansyah meninggalkan tanda tanya besar dalam benak keluarganya. Mereka tidak percaya bila prajurit yang berdinas di Detasemen Perbekalan Pangkalan Marinir (Denbek Lanmar) Karang Pilang, Surabaya itu meninggal gantung diri.
Istiatin, ibunda Halim, merasa banyak kejanggalan pada kematian putra semata wayangnya tersebut. Dia merasa semuanya seperti sudah direncanakan dengan matang. Mulai dari saat keluarganya dipanggil ke markas pada Minggu malam (9/9), sampai saat jenazah Halim ditemukan, Senin pagi (10/9).
”Dari awal (Minggu malam, Red) seharusnya orang-orang yang ada di sana (markas) tahu kalau ada jenazah anak saya di pohon bambu. Pas saya mau pamit pulang, mereka justru mencegah saya masuk ke dekat pohon bambu. Baru besoknya (Senin pagi, Red) ngasih kabar anak saya gantung diri,” terang Istiatin, Kamis (13/9).
Kecurigaan keluarga semakin menguat saat ayah Halim, Peltu (Purn) Sukiman memotret jenazah saat divisum di rumah sakit. Di foto itu, tedapat luka lebam di wajah Halim. Tidak hanya itu, kedua lengan dan paha Halim juga merah memar. ”Mata anak saya juga berdarah,” tutur Sukiman.
Keluarga Halim berharap ada keadilan. Harapan itu muncul setelah Pomal Lantamal V Surabaya akhirnya turun mengusut penyebab kematian Halim.
Istiatin mengatakan, sudah ada Tim Penyidik dari Pomal Lantamal V Surabaya yang menemuinya. Salah satu yang dibicarakan adalah hasil visum jenazah Halim. ”Sudah dikasih tahu beberapa hal. Mereka (penyidik) bilang memang ada yang janggal,” ucap Istiatin.
Beberapa kejanggalan yang paling kentara tentu saja luka-luka pada tubuh Halim. Secara spesifik Istiatin menjelaskan kejanggalan yang mengarah bila Halim tidak gantung diri di pohon bambu belakang markasnya.
Pertama adalah bekas lilitan tali di kepala Halim. ”Mereka bilang kalau lilitannya itu di atas telinga,” jelasnya. Jika dilogika, orang yang gantung diri talinya akan melingkar di bagian leher atau di bawah telinga. Ada kemungkinan, tali itu sengaja dililitkan oleh orang lain ala kadarnya.
Selanjutnya, posisi pohon bambu itu sendiri. Menurut Istiatin, tinggi pohon bambu tersebut sekitar 2 meter. Kecil kemungkinan Halim gantung diri di pohon bambu yang rantingnya kecil. Ranting bambu itu tidak sebanding dengan berat badan Halim. ”Anak saya tingginya 191 cm. Di situ posisi bambu yang ada di bawah juga undak-undakan (bertingkat). Semestinya kaki Halim itu masih bisa menapak ke tanah,” tambahnya.
Istiatin menerangkan bahwa Tim Penyidik juga menjelaskan kondisi tangan Halim yang terus menggenggam saat divisum. ”Jadi kalau orang bunuh diri itu walaupun tangannya menggenggam, lama-lama akan terbuka sendiri. Tapi tangan anak saya tidak. Kemungkinan karena merasakan sakit yang luar biasa,” terangnya.
Soal tangan yang menggenggam tersebut, JawaPos.com mencoba menanyakannya kepada pakar forensik. Kepala Departemen Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soetomo dr Edy Suyanto SpF SH MH memaparkan, pada kasus bunuh diri memang bisa ditemukan tangan korban yang menggenggam. ”Ada beberapa kasus seperti itu, genggamannya lepas lalu tangannya terbuka. Tapi juga ada yang terus menggenggam,” papar Edy.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Denbek Lanmar Karang Pilang, Surabaya KLK Achmad Halim Mardyansyah ditemukan tidak bernyawa Senin (10/9). Menurut rekan-rekan kerjanya, Halim gantung diri di pohon bambu. Namun keluarga tidak yakin Halim gantung diri. Mereka menduga Halim tewas dibunuh setelah mendapati sejumlah kejanggalan.
Kadispen Kormar Letkol (Mar) Ali Sumbogo menjelaskan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki oleh Pomal Lantamal V Surabaya. ”Sudah ada tim yang diterjunkan, sudah kami laksanakan sesuai prosedur. Prosesnya sedang berlangsung,” jelas Ali. (did/ JPC)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
