Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 07.32 WIB

Pondok Pesantren Jombang Gelar Doa Bersama, Tekankan Anarkis Bukan Solusi 

Ratusan santri dan kiai pondok pesantren se-Jombang, Jawa Timur (Jatim), menggelar salat gaib dan doa bersama. (Istimewa) - Image

Ratusan santri dan kiai pondok pesantren se-Jombang, Jawa Timur (Jatim), menggelar salat gaib dan doa bersama. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Ratusan santri dan kiai pondok pesantren se-Jombang, Jawa Timur (Jatim), menggelar salat gaib dan doa bersama untuk kedamaian bangsa. Mereka tak ingin kerusuhan terus terjadi dan menggangu kedamaian.
 
Para peserta doa bersama datang dari Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denannyar, Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung, Pondok Grenggeng Ngoro, dan lainnya.
 
Kegiatan salat gaib dan doa dilangsungkan di pondok pesantren masing-masing. Sebagian melaksanakan salat gaib hari ini, ada pula yang dilakukan kemarin.
 
Pengasuh Pondok Pesantren Denannyar, Abdussalam Shohib mengatakan, doa bersama yang dilakukan kiai dan santri bertujuan memohon keselamatan, ketentraman serta keamanan bangsa. Sebab, belakangan unjuk rasa selalu berakhir dengan kerusuhan.
 
"Utamanya, kiai dan santri berdoa untuk ketentraman dan keamanan bangsa. Memohon agar segala amarah dihilangkan. Selain itu,  kiai dan santri melakukan salat gaib ditujukan Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu," kata Abdussalam, Minggu (31/8).
 
 
Abdussalam Shohib menyoroyti aksi anarkis yang terjadi di berbagai daerah. Ia meminta agar aksi tersebut segera dihentikan. Proses penyampaikan pendapat diharapkan dilakukan secara damai.
 
"Penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan tertib. Kalau sudah mengarah pada tindakan merusak, aparat wajib bertindak sesuai prosedur," jelasnya.
 
Dia tidak menampik bahwa kerusuhan yang terjadi belakangan ini merupakan akumulasi dari berbagai masalah, mulai dari maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan ekonomi masyarakat, hingga perilaku sejumlah elite politik yang dinilai kurang sensitif terhadap kondisi rakyat.
 
"Namun, aksi anarkis bukan solusi, apalagi sampai menjarah barang orang lain, membakar fasilitas umum, meruskan fasilitas umum. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyalurkan pendapat," tegasnya.
 
Selain itu, Abdussalam meminta kasus kematian driver ojol Affan Kurniawan harus diusut secara tuntas. Pelaku yang terlibat harus dihentikan.
 
"Yang bersalah harus di hukum sesuai hukum yang berlaku, jangan sampai rakyat kembali kecewa. Kalauperlu para pelaku yang terlibat dalam kematian Affan dikenakan pelanggaran HAM," tandasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore