Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 22.23 WIB

TNI AD Kerahkan 2 SST Pasukan Bantu Korban Gempa Bumi di Poso

Kerusakan Gereja Elim akibat gempa magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulteng, Minggu (17/8). (BPBD Sulteng/Antara) - Image

Kerusakan Gereja Elim akibat gempa magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulteng, Minggu (17/8). (BPBD Sulteng/Antara)

JawaPos.com-Gempa bumi yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia. Sejumlah bangunan rumah warga juga terdampak bencana tersebut.

Untuk membantu para korban, TNI AD melalui Kodim 1307/Poso telah mengerahkan 2 satuan setingkat peleton (SST) ke lokasi terdampak bencana. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa 2 SST pasukan itu terdiri atas 60 orang prajurit.

"Mereka bergerak membawa truk, tenda lapangan, velbed, dan sejumlah peralatan lain yang dibutuhkan untuk membantu para korban terdampak gempa bumi," papar Wahyu Yudhayana.

Berdasar data awal, lanjut dia, tidak kurang dari 33 rumah warga rusak pasca gempa tersebut. Selain itu ada 3 pagar ambruk, 1 gedung walet rusak, 1 gereja rusak, dan 25 pura di rumah warga yang juga rusak.

Korban meninggal dunia berasal dari Gereja  Elim Masani di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan gereja yang memang masih dalam tahap konstruksi. Saat gempa mengguncang, sedang berlangsung ibadah pagi. 

”Upaya yang telah dilakukan oleh Kodim 1307/ Poso dalam membantu masyarakat Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir dan Poso yang terkena dampak gempa bumi pada hari Minggu tanggal 17 Agustus 2025, personel telah membantu mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan gereja,” terang Brigjen Wahyu pada Senin (18/8).

Bersama seluruh unsur di Kecamatan Poso Pesisir, para prajurit dari Kodim Poso membantu korban terdampak bencana gempa. Saat ini, lanjut Wahyu, sudah berdiri tenda milik TNI dan sejumlah velbed sudah terpasang di RSUD Poso.

Tim dari TNI AD juga sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk langkah lebih lanjut. 

”Personel kodim 1307/ Poso bersama Polri, BNPB, Basarnas, dan masyarakat telah membersihkan sisa puing puing bangunan. TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan masyarakat tetap standby di lokasi bencana,” ujar Wahyu Yudhayana. 

Khusus korban luka-luka, Wahyu menyampaikan bahwa sebanyak 3 korban luka berat kini dalam penanganan petugas medis di RSUD Poso dan dirujuk ke Rumah Sakit Palu. Kemudian sebanyak 16 orang masih dalam perawatan di RSUD Poso. Ada juga 11 korban dengan luka ringan yang sudah pulang kembali ke rumah masing-masing. 

”Kodim 1307/Poso dan Pemda Kab Poso bersama unsur terkait di wilayah sudah melakukan upaya melalui pendirian tenda  lapangan di RSUD Poso untuk mewadahi pasien yang trauma terhadap gempa susulan dan di depan gereja yang roboh untuk membantu pelaksanaan ibadah,” jelas Wahyu Yudhayana. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore