
Ilustrasi Alquran.
JawaPos.com - Penarikan royalti oleh LMKN menuai diprotes dari sejumlah hotel, terutama di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah hotel di sana mengeluhkan penarikan royalti yang dinilai kurang masuk akal.
Betapa tidak, hotel di Mataram dipungut royalti karena di kamar hotel ada televisi. Dengan adanya televisi di dalam kamar hotel, maka customer berpotensi menonton lagu melalui program televisi. Padahal, sebuah lagu untuk dapat tayang di televisi sudah membayar royalti ke LMKN.
Selain itu, hotel berkonsep syariah di Mataram juga diharuskan untuk membayar royalti oleh LMKN meski tidak pernah memutar lagu-lagu kecuali murotal atau lantunan ayat suci Alquran.
General Manager Hotel Madani, Reza Fajar Firdaus, dalam keterangannya sangat keberatan atas tindakan LMKN yang melakukan penagihan royalti tanpa ada kejelasan aturan yang disosialisasikan terlebih dahulu.
“Tagihan yang keluar itu sebesar Rp 4,4 juta per tahun, termasuk PPN. Tarif ini dihitung berdasarkan jumlah kamar, kami punya 59 kamar. Jadi, masuk kategori 51-100 kamar,” kata Rega.
Menurut dia, argumen LMKN menarik royalti dengan alasan di kamar ada televisi dan ada potensi customer memutar lagu melalui program televisi. Padahal pada kenyataannya, katanya, lagu yang diputar hanyalah lantunan ayat suci Alquran.
“Meski tamu tidak memutar musik dan kita hanya memutar murotal, tetap dikenakan (harus bayar royalti, red),” katanya .
Menurut dia, pengenaan royalti berdasarkan asumsi bisa memutar musik melalui televisi dianggapnya sebagai kebijakan yang salah dan membebani pengusaha hotel. Terutama bagi hotel yang masih dalam skala kecil.
“Musik di hotel bukan keutuhan utama, tamu datang untuk menginap. Kami sudah setop memutar musik, tidak ada tamu yang komplen," katanya.
JawaPos.com meminta komentar kepada Marcello Siahaan selaku komisioner LMKN yang baru dilantik beberapa waktu lalu. Sayangnya, sampai sekarang ini belum ada respons apapun dari yang bersangkutan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
