Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 12.45 WIB

Darurat Curanmor, Universitas Jember Tarik 1.307 Mahasiswa KKN dari Lumajang

Universitas Jember menyatakan menarik 1.307 mahasiswa KKN dari Lumajang karena marak curanmor. (Humas Unej) - Image

Universitas Jember menyatakan menarik 1.307 mahasiswa KKN dari Lumajang karena marak curanmor. (Humas Unej)

JawaPos.com-Universitas Jember (Unej) mengambil tindakan tegas setelah insiden tiga orang mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di Lumajang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej Prof. Yuli Witono mengatakan, telah menarik seluruh mahasiswa KKN di Lumajang pada Sabtu (9/8).

"Jadi secara resmi hari Sabtu lalu, mahasiswa kita tarik dari wilayah KKN. Total ada 1.307 mahasiswa yang kita tarik," ujar Prof. Yuli dalam  sebuah konferensi pers di kampus Unej, Jember, Selasa (12/8).

Dia menegaskan bahwa langkah penarikan ini diambil untuk memastikan keselamatan mahasiswa KKN. Dalam hal ini dari kondisi darurat curanmor. Bagi Unej, keselamatan mahasiswa jauh lebih penting.

"Kami tidak ingin merugikan mahasiswa, jadi memang kondisinya dalam tanda petik darurat. Aset anak-anak penting, tetapi keselamatan jiwa (para mahasiswa peserta KKN) juga penting," sambung Yuli Witono.

Meski demikian, mahasiswa tidak perlu khawatir terhadap nilai mereka. Sebab Unej memberikan dispensasi. Mayoritas program mahasiswa KKN Unej di Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, juga sudah selesai.

"Mahasiswa kita berikan dispensasi, kita telah menyiapkan instrumen penilaian. Anak-anak tinggal evaluasi, membuat laporan, bikin video, asesmen dan mungkin sosialisasi (program KKN)," terang Prof. Yuli.

Dia berharap insiden ini menjadi pembelajaran dan refleksi bagi pemerintah daerah, pihak keamanan, serta mitra perguruan tinggi, agar kejadian serupa dianggap serius dan tidak dipandang sebagai hal yang lumrah terjadi.

"Ini jadi catatan, kita terus improvement hal-hal yang kurang baik, termasuk juga wilayah-wilayah yang kurang kondusif, karena kita membangun ini tidak bisa sendirian. Kita perlu kolaborasi dengan berbagai pihak," tukas Yuli Witono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore