Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 12.59 WIB

Ramai Karnaval Sound Horeg di Malang, Sekdes Donowarih Sebut Tak Ada Penolakan Warga

Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 di Desa Donowarih, Karangploso, Malang, yang menghadirkan sound horeg. (Istimewa) - Image

Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 di Desa Donowarih, Karangploso, Malang, yang menghadirkan sound horeg. (Istimewa)

JawaPos.com-Nama Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, belakangan santer dibicarakan masyarakat di media sosial. Ini berkaitan dengan surat pemberitahuan karnaval Sound Horeg.

Sekretaris Desa Donowarih Ary Widy Hartono mengatakan, Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 digelar dua tahun sekali dan menghadirkan sound horeg. Itu sudah mendapat mendapat restu dari warga setempat.

 "Karnaval digelar dua tahun sekali dan tahun ini penyelenggaraan kelima. Sound horeg ikut memeriahkan karnaval mulai tahun ketiga, dan ini (atas dasar) permintaan warga,"  tutur Ary kepada JawaPos.com, Kamis (24/7).

Pemerintah Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang terbitkan Surat Pemberitahuan nomor Pem400/125/35.07.23.2008/2025.

Surat tersebut berisi imbauan warga menjaga jarak selama Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 berlangsung. Terutama bagi warga yang memiliki bayi, anak kecil, anggota keluarga yang sedang sakit, atau lansia. 

"Sehubungan dengan kegiatan ini, kami mengimbau seluruh warga yang tinggal di sekitar Jalan Raya Donowarih, agar menjaga jarak dari lokasi kegiatan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat sound system yang akan digunakan cukup keras (Sound Horeg)," tertulis dalam surat tersebut.

Bukan cuma dengan surat pemberitahuan, Ary selaku Ketua Panitia Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 mengklaim pihaknya telah mengumumkan kegiatan melalui mobil keliling jauh-jauh hari. 

"Jadi nggak mendadak, kami juga sudah sampaikan Fatwa MUI dan imbauan Polda Jatim, tetapi masyarakat tetap menghendaki karnaval pakai sound horeg, dengan swasembada masyarakat 100 persen, kita kan pelayanan masyarakat," ujar Ary.

Sekdes Ary yang juga menjadi ketua panitia Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 mengklaim tidak ada warga Desa Donowarih yang keberatan dengan diselenggarakannya karnaval dua tahunan tersebut.

"Kecurigaan saya (bukan warga Donowarih yang menolak karnaval), kenapa saya menuduh orang luar Donowarih, karena sampai saat ini, belum pernah mendengar satupun warga Donowarih yang keberatan," tegas Ary.

Ketika ditanya apakah banyak warga Donowarih yang pindah sementara ketika karnaval berlangsung, Ary belum bisa menjawab karena tak mendata. Yang jelas, ada warga yang berpindah dan mereka tidak protes.

"Ada yang berpindah, dan keluarganya pun nyaman. Salah satunya keluarga ibu saya. Dia tirah ke rumah anaknya atau ke mana gitu, tetapi dia tidak terkesan terpaksa ataupun kesan tidak nyaman," ujar Ary.

Ary mengatakan Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol.5 berjalan lancar. Tidak ada kendala serius dan masyarakatnya antusias.

"Alhamdulillah lancar, tidak ada insiden apa pun dan sepanjang jalan yang kita lalui, warga bangga, mereka senang dan terhibur," tukas Ary.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore