Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 06.02 WIB

Polda Jabar Bongkar Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura

Sebanyak 12 tersangka kasus praktik jual beli bayi saat digiring petugas kepolisian di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (14/7). (Polda Jabar/Antara) - Image

Sebanyak 12 tersangka kasus praktik jual beli bayi saat digiring petugas kepolisian di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (14/7). (Polda Jabar/Antara)

JawaPos.com–Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat membongkar sindikat praktik jual beli bayi ke Singapura. Polisi mengamankan 12 orang sebagai tersangka.

Kabidhumas Polda Jabar Kombespol Hendra Rochmawan mengungkapkan, pihaknya berhasil menyelamatkan enam bayi yang hendak akan dikirim ke Singapura.

”Pada malam hari ini (14/7), Ditreskrimum Polda Jabar telah berhasil mengamankan jaringan human trafficking. Kita amankan ini jumlah tersangkanya cukup banyak yaitu 12 tersangka,” kata Hendra seperti dilansir dari Antara di Bandung, Senin (14/7).

Hendra menyebut lima bayi di antaranya dibawa dari Pontianak ke Tangerang dan satu bayi lainnya berasal dari wilayah Jabodetabek. Kini berada di Mapolda Jabar.

Dia menjelaskan bahwa para tersangka memiliki peran berbeda dalam sindikat tersebut. Mulai dari perekrut awal, perawat bayi, pembuat dokumen palsu, hingga pengirim bayi ke luar negeri.

”Bahkan penjualan sampai sebelum lahir, yaitu dari kandungan kemudian ada penampungnya, dan juga ada pembuat surat-suratnya, dan juga pengirim,” terang Hendra Rochmawan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombespol Surawan menambahkan, pihaknya tengah mengembangkan kasus ini bersama Interpol. Yakni untuk menelusuri kemungkinan keberadaan korban lainnya di luar negeri.

”Para tersangka yang kami amankan, termasuk salah satunya berinisial SH atau LSH dan kawan-kawan, telah menyiapkan dokumen lengkap untuk pengiriman bayi ke Singapura. Satu bayi juga kami amankan dari Tangerang,” ujar Surawan.

Surawan mengatakan, para bayi tersebut merupakan berasal dari Jawa Barat. Sebelumnya, pihak kepolisian telah mendapatkan adanya laporan mengenai penculikan anak.

”Kebanyakan berasal dari daerah Jawa Barat. Karena kasus ini berawal dari laporan salah satu orang tua di mana ada penculikan anak, kemudian kita kembangkan dari keterangan tersangka yang ada di Jawa Barat,” ungkap Surawan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore