
Gubernur Khofifah saat menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di Magetan. (Pemrpov Jatim).
JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres di Magetan terjadi di jalur perlintasan resmi yang seharusnya dijaga. Insiden maut itu terjadi tepatnya di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) No 08 KM 176+586 di Emplasemen Magetan, yang merupakan jalur ganda dan memiliki petugas penjaga.
Dalam keterangannya, Khofifah membeberkan kronologi kejadian. Saat itu, palang pintu perlintasan ditutup karena KA Matarmaja sedang melintas. Setelah kereta tersebut lewat, petugas membuka kembali palang. Namun nahas, pada saat bersamaan KA Malioboro Ekspres juga tengah melaju di jalur yang sama. Begitu palang terbuka, tujuh sepeda motor yang sebelumnya menunggu langsung menyeberang, dan tak lama kemudian tertabrak kereta yang datang dari arah berlawanan.
“Inilah yang sedang kami evaluasi. Kemungkinan bisa saja terjadi human error atau kelalaian di lapangan. Palang pintu itu harus selalu dijaga agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melintasi jalur kereta,” kata Khofifah usai menyerahkan santunan kepada para korban dan keluarganya.
Khofifah juga menyebut bahwa koordinasi terkait pengelolaan perlintasan kereta api di Jatim telah dilakukan secara rinci. Pemetaan dilakukan hingga ke tingkat kabupaten untuk mengetahui mana saja perlintasan yang dikelola Pemprov dan mana yang menjadi tanggung jawab PT KAI. Bahkan, beberapa perlintasan di Jatim sudah mulai menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan keamanan.
“Pemanfaatan teknologi digital terus kami dorong agar diterapkan di semua titik perlintasan. Hari ke hari, ini semakin penting,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyampaikan duka dan memberikan santunan kepada korban kecelakaan. Salah satunya adalah Oni Handoko (35), warga Kabupaten Ngawi, yang mengalami luka dan masih menjalani perawatan.
Istri Oni, Yulian Respati, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia mengatakan kondisi suaminya saat ini belum memungkinkan untuk bekerja, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
“Suami saya tulang punggung keluarga. Dengan kondisi seperti ini, bantuan dari Ibu Gubernur sangat berarti untuk kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kecelakaan di perlintasan resmi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat serta penerapan teknologi demi keselamatan bersama di jalur-jalur kereta api, terutama di wilayah padat lalu lintas seperti Magetan dan sekitarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
