
ilustrasi bullying.
JawaPos.com - Bullying (perundungan) tidak boleh terjadi dengan alasan apa pun. Sekalipun dalihnya adalah bercandaan. Sudah banyak kasus bullying yang menyebabkan korban mengalami trauma fisik, psikis, dan mentalnya, bahkan ada yang meninggal dunia.
Seperti kasus viral yang belakangan ini di media sosial (medsos). Seorang bocah SD di Riau meninggal dunia yang diduga menjadi korban perundungan dari teman-temannya. Parahnya lagi, narasi yang beredar di medsos menyebut penyebab bullying tersebut sepele.
Siswa kelas 2 SD tersebut berinisial KB, 8, mengalami luka lebam dan sempat dilarikan ke rumah sakit setelah dipukuli oleh lima orang kakak kelasnya.
Anak dari pasangan Gimson Beni Butarbutar, 38; dan Siska Yusniati Sibarani, 30; itu meninggal di Rumah Sakit. Gimson mengungkap anaknya sudah sering mengalami perundungan karena latar belakang suku dan agama.
"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," ujar Gimson Beni Butarbutar. Puncaknya, lima kakak kelas memukul KB hingga akhirnya meninggal dunia.
Kronologinya, pada Senin (19/5), KB pulang lebih awal dengan sepeda. Namun, ban sepedanya dikempeskan oleh kakak kelas. Esok harinya, korban kembali pulang cepat.
Saat ditanya ayahnya, KB berbohong, mengaku pulang karena ada acara sekolah. Gimson lalu menanyakan ke istrinya, dan istrinya menjelaskan KB pulang karena sakit dan sudah izin.
Malam harinya, KB mengalami demam tinggi, sakit pinggang, dan perut bagian bawahnya bengkak. Gimson lalu bertanya pada teman KB, Rio, yang menyebut KB dipukuli lima kakak kelasnya.
Gimson melapor ke wali kelas, yang berjanji akan memanggil orangtua pelaku pada Kamis (22 Mei), namun tak dilakukan. Gimson akhirnya mendatangi kepala sekolah pada Jumat (23 Mei), dan meminta dipertemukan dengan pelaku berinisial DR.
Pelaku berinisial DR mengelak, mengaku hanya menumbuk dari belakang, dan menyebut pelaku lainnya berinisial HM sebagai pelaku pemukulan di area perut. Saat Gimson menemui orangtua HM, mereka tidak terima tuduhan, mengatakan ada pelaku lain.
Berselang beberapa hari, kindisi KB makin memburuk. la muntah darah, kejang-kejang, dan meninggal Senin (26 Mei) pukul 02.10 WIB. Jenazah sempat dirujuk ke RSUD Pematang Reba, namun nyawanya tak tertolong.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
