Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 00.15 WIB

Siswa Nakal Masuk Barak Militer Dikritik KPAI, Gubernur Jawa Barat Dedi: Makanya Turun ke Daerah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memeragakan ibu-ibu yang senang main TikTok. (Humas Jabar)

JawaPos.com - Pro dan kontra mewarnai program yang dijalankan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Yang paling jadi sorotan adalah pembinaan siswa nakal dengan melibatkan unsur militer dengan memasukan siswa-siswi nakal ke barak militer.

Kritik datang dari banyak pihak. Salah satunya adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI. KPAI mengkritik program memasukkan siswa nakal ke barak militer atau program pendidikan karakter Pancawaluya Jawa Barat Istimewa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun menanggapi santai. Dedi Mulyadi meminta KPAI untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh anak-anak di Jawa Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada KPAI yang terus memberikan kritik terhadap tindakan-tindakan yang kami lakukan karena saya meyakini KPAI lebih mumpuni dari sisi kapasitas, kualitas, dan kapabilitas organisasi serta diri yang ada di dalamnya karena memang tugasnya melindungi anak-anak di Indonesia," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan yang disampaikannya melalui Instagram @dedimulyadi71.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengungkapkan kalau langkah yang dilakukannya didasari oleh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab karena begitu kompleksnya masalah anak-anak maupun remaja di Provinsi Jawa Barat.

"Orang tua tak memiliki kesanggupan lagi untuk menangani sehingga ketika ada kebuntuan, maka saya dan seluruh bupati wali kota itu harus memberikan jalan meskipun jalan itu darurat," kata Gubernur Jawa Barat.

Dedi menganalogikan misalnya saat terjadi bencana dan ada yang membutuhkan pertolongan medis maka bisa jadi yang menanganinya bukan dokter spesialis melainkan seorang perawat karena kondisinya darurat. 

Dedi Mulyadi meminta kepada KPAI untuk turut serta menangani berbagai persoalan anak di Jawa Barat yang saat ini tidak tertangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten di Tanah Pasundan.

"Masih banyak anak-anak yang hari ini tidak tertangani oleh Pemprov Jabar dan bupati, wali kota se-Jawa Barat, mohon KPAI agar tangani mereka agar tugas-tugas saya menjadi ringan," kata Dedi Mulyadi.

Terlebih menurut Dedi Mulyadi ada masalah lain selain kenakalan remaja yang saat ini dihadapi oleh anak-anak di Jawa Barat yakni terkait dengan pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka seperti ayahnya, ayah tirinya, pamannya bahkan sang kakek.

"Saya mohon segera KPAI turun ke daerah-daerah, gerakkan KPAI daerah-daerahnya untuk memberikan perlindungan, lakukan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak kita, mari bergandengan bekerja sama untuk melindungi anak Indonesia," tandas Dedi Mulyadi.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore