Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memeragakan ibu-ibu yang senang main TikTok. (Humas Jabar)
JawaPos.com - Pro dan kontra mewarnai program yang dijalankan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Yang paling jadi sorotan adalah pembinaan siswa nakal dengan melibatkan unsur militer dengan memasukan siswa-siswi nakal ke barak militer.
Kritik datang dari banyak pihak. Salah satunya adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI. KPAI mengkritik program memasukkan siswa nakal ke barak militer atau program pendidikan karakter Pancawaluya Jawa Barat Istimewa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun menanggapi santai. Dedi Mulyadi meminta KPAI untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh anak-anak di Jawa Barat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada KPAI yang terus memberikan kritik terhadap tindakan-tindakan yang kami lakukan karena saya meyakini KPAI lebih mumpuni dari sisi kapasitas, kualitas, dan kapabilitas organisasi serta diri yang ada di dalamnya karena memang tugasnya melindungi anak-anak di Indonesia," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan yang disampaikannya melalui Instagram @dedimulyadi71.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Barat itu mengungkapkan kalau langkah yang dilakukannya didasari oleh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab karena begitu kompleksnya masalah anak-anak maupun remaja di Provinsi Jawa Barat.
"Orang tua tak memiliki kesanggupan lagi untuk menangani sehingga ketika ada kebuntuan, maka saya dan seluruh bupati wali kota itu harus memberikan jalan meskipun jalan itu darurat," kata Gubernur Jawa Barat.
Dedi menganalogikan misalnya saat terjadi bencana dan ada yang membutuhkan pertolongan medis maka bisa jadi yang menanganinya bukan dokter spesialis melainkan seorang perawat karena kondisinya darurat.
Dedi Mulyadi meminta kepada KPAI untuk turut serta menangani berbagai persoalan anak di Jawa Barat yang saat ini tidak tertangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten di Tanah Pasundan.
"Masih banyak anak-anak yang hari ini tidak tertangani oleh Pemprov Jabar dan bupati, wali kota se-Jawa Barat, mohon KPAI agar tangani mereka agar tugas-tugas saya menjadi ringan," kata Dedi Mulyadi.
Terlebih menurut Dedi Mulyadi ada masalah lain selain kenakalan remaja yang saat ini dihadapi oleh anak-anak di Jawa Barat yakni terkait dengan pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka seperti ayahnya, ayah tirinya, pamannya bahkan sang kakek.
"Saya mohon segera KPAI turun ke daerah-daerah, gerakkan KPAI daerah-daerahnya untuk memberikan perlindungan, lakukan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak kita, mari bergandengan bekerja sama untuk melindungi anak Indonesia," tandas Dedi Mulyadi.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
