Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 23.03 WIB

Curhat Remaja Perempuan ke Dedi Mulyadi, Kecanduan Miras Gara-gara Orang Tuanya Sering Berantem

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan salah satu siswi bermasalah. (YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL) - Image

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan salah satu siswi bermasalah. (YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

JawaPos.com - Siswa nakal di wilayah Jawa Barat (Jabar) yang dimasukkan ke barak militer ternyata tidak hanya laki-laki. Dalam program yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu, ternyata ada juga siswa perempuan yang masuk ke barak militer.

Remaja perempuan yang masuk ke barak militer tersebut juga menjalani program pembinaan. Sama seperti siswa laki-laki, karakternya digembleng supaya lebih baik lagi.

Yang menarik adalah, terungkap bahwa salah satu kenakalan yang kerap dibuat oleh salah satu siswa perempuan di barak militer yakni kecanduan minuman keras (miras), minuman beralkohol. Hal tersebut diketahui saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi barak militer untuk membina siswa-siswa nakal di kawasan Jawa Barat.

Tak hanya pelajar laki-laki bermasalah, ada pula perempuan yang ikut pembinaan di barak militer. Secara terbuka, mereka curhat kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Masalahnya apa?" tanya Dedi Mulyadi kepada salah satu pelajar perempuan di lapangan.

"Saya kena minuman keras," ucap pelajar berkerudung hitam tersebut yang terdokumentasi oleh konten YouTube Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi kemudian menanyakan, siapa yang mengajak sehingga ketagihan mengonsumsi minuman terlarang tersebut. Pelajar tersebut mengaku, biasanya diajak teman, termasuk mengonsumsi minuman terlarang di luar sekolah.

Kepada Dedi Mulyadi, siswi tersebut mengaku, sudah tidak terhitung mengonsumsi minuman terlarang. "Sampai pusing," ucap remaja perempuan tersebut.

Lebih lanjut, pelajar SMA itu mengatakan ingin lepas dari pengaruh minuman terlarang. Ternyata sebelum masuk ke barak militer, pelajar perempuan tersebut memiliki grup WhatsApp untuk janjian mengonsumsi minuman terlarang.

"Nama WA-nya Warsat atau warung sesat, yang berjumlah sembilan orang," kata dia.

Selain mabuk, siswi tersebut mengaku kepada Dedi Mulyadi, biasanya main, keluyuran, nongkrong malam hari memakai motor. Biasanya, siswi tersebut setiap hari tidur sekitar pukul 01.00 dini hari dan bangun pukul 10.00.

Akibatnya, siswi tersebut sering bolos sekolah. Menurut sang siswi, ibunya sering marah, namun diacuhkan dan kembali mengonsumsi minuman terlarang karena sudah ketagihan.

Siswi tersebut mengaku, lebih tenang ketika bergabung dengan teman-teman yang juga suka mengonsumsi minuman terlarang. Akhirnya, siswi tersebut mengakui, penyebab mengonsumsi minuman terlarang karena jengkel kedua orang tuanya sering ribut.

"Jadi, jenuh lihat bapak ibu berantem, akhirnya udahlah saya lawan dengan cara ini," kata siswi tersebut kepada Dedi Mulyadi.

"Sekarang bapak ibunya masih berantem enggak?" tanya Dedi Mulyadi yang langsung dijawab "sering".

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore