
Peternak kambing dan domba yang tergabung dalam Balai Ternak Baznas menunjukkan hewan ternaknya yang sehat.(Humas Baznas)
JawaPos.com - Sebentar lagi masuk hari raya kurban atau Idul Adha. Umumnya terjadi peningkatan permintaan hewan kurban. Mulai dari kambing, domba, hingga sapi. Untuk menjaga pasokan hewan kurban, Baznas membuka balai ternak baru di sejumlah daerah.
Di antara balai ternak yang baru dibuka Baznas berada di Mojokerto, Jawa Timur. Peluncuran balai ternak itu dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Noor Achmad. Dia mengatakan balai ternak yang baru dibuka di Mojokerto adalah yang ke-45 dari 54 unit balai ternak Baznas di seluruh Indonesia.
Noor menyampaikan, Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya mereka dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal. "Melalui Balai Ternak Kabupaten Mojokerto ini, kami ingin meningkatkan populasi ternak juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak mustahik bisa sejahtera,” ujar Noor dalam keterangannya Selasa (29/4).
Noor menyebut Balai Ternak Kabupaten Mojokerto terbagi menjadi dua kelompok Balai Ternak. Yaitu Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera Lokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas serta Balai Ternak Kelompok Tirto Mulyo Lokasi di Desa Dusun Tambaksari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. "Peternak semuanya berjumlah 30 orang. Untuk Kelompok Gembala Sejahtera 15 orang dan Kelompok Tirto Mulyo 15 orang," ucap Noor.
Dia mengatakan, Balai Ternak Baznas di Kabupaten Mojokerto itu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak. Namun sebagai upaya memberdayakan para peternak lokal agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. "Alhamdulillah dari semua Balai Ternak tidak ada yang rugi, semuanya berkembang dengan baik karena ada pendampingan," kata Kiai Noor. Dia berharap Balai Ternak Mojokerto ini bisa dikembangkan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Mojokerto.
Sementara itu Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas yang telah membangun Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. Dia menilai balai ternak itu merupakan upaya mengelola dana zakat, infak dan sedekah masyarakat dengan program-program produktif.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam mengembangkan Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. "Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk mengelola program ini sebaik mungkin," ucapnya. Karenanya, dia berharap Balai Ternak Kabupaten Mojokerto menjadi lokomotif dalam menggerakkan usaha ekonomi para mustahik. Kemudian mampu meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendorong terciptanya peternakan yang mandiri dan berkelanjutan. (wan)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
