Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Juni 2018 | 18.21 WIB

Gajah Yang Sambut Leonardo Dicaprio Ditemukan Tewas Tanpa Gading

Seekor gajah jinak yang bertugas di Conservasi Respon Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan mati dan tanpa salah satu satu gadingnya. - Image

Seekor gajah jinak yang bertugas di Conservasi Respon Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan mati dan tanpa salah satu satu gadingnya.

JawaPos.com - Seekor gajah di Conservasi Respon Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan mati dan tanpa salah satu satu gadingnya. Gajah bernama Bunta itu, ditemukan tak bernyawa di Dusun Jamur Batang, Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi.


Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan, gajah jinak itu ditemukan pada Sabtu (9/6) sekira pukul 20.00 WIB. Kuat dugaan, Satwa berbelalai itu tewas karena diracu oleh orang tak bertanggung jawab dan dikenal.


"Matinya satu ekor gajah di CRU. Yaitu unit yang menangani konservasi, khususnya penanganan konflik manusian dengan satwa liar," kata Wahyu dalam keterangannya, Banda Aceh, Minggu (10/6).


Wahyu mengungkapkan, modus operandi yang digunakan pelaku yakni,
memberikan makanan berupa mangga dan pisang yang mengandung racun. Akibatnya gajah bernama Bunta itu pun mati karena mengonsumsi makanan tersebut.


"Lalu pelaku mengambil salah satu gading gajah tersebut dengan memotong (biagian) pipi gajah," tuturnya.


Dia menambahkan, penemuan gajah yang diketahui menyambut Leonardo Dicaprio ini berawal dari informasi Mahot bernama Saifuddin. Saat itu, Mahot tersebut hendak memindahkan Bunta. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), sang Mahot melihat dan menemukan Bunta sudah mati serta salah satu gadingnya sudah hilang.


"Metahui kejadian tersebut, Mahot atau penjaga gajah yang bertugas di CRU Serbajadi memberitahukan kejadian tersebut ke Polsek Serbajadi, untuk proses penyelidikan lebih lanjut," lanjut Wahyu.


Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA), Sapto Aji Prabowo mengutuk dan mengecam pembunuhan gajah beranam Bunta itu. Sebab selama ini, gajah jinak tersebut sudah berperan banyak membantu mengatasi konflik antar satwa dan manusia.


"Gajah yang justru membantu masyarakat mengatasi konflik kok tega-teganya dibunuh," kata Sapto terpisah.


Sapto menambahkan, setelah menemukan gajah tersebut mati, tim penyidik Polsek Serbajadi telah melakukan olah TKP. Tim dokter hewan dari BKSDA sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian guna melihat langsung kondisi gajah tersebut.


"Tim dokter hewan BKSDA baru tiba di Idi, Aceh Timur. (Nantinya) akan berkoordinasi dengan penyidik terkait langkah-langkah yang diperlukan, apakah nekropsi untuk mengetahui cause of death dan lain-lain," sambungnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore