Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Januari 2025 | 01.14 WIB

Plengkung Gading Jogjakarta Akan Ditutup? Ini Penjelasan Keraton

Plengkung Gading yang akan ditutup sebagai bagian dari penataan kawasan sumbu filosofi Jogjakarta.  (Guntur Aga/radarjogja) - Image

Plengkung Gading yang akan ditutup sebagai bagian dari penataan kawasan sumbu filosofi Jogjakarta. (Guntur Aga/radarjogja)

JawaPos.com–Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berencana melakukan uji coba penutupan Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading sebagai bagian dari penataan kawasan sumbu filosofi Jogjakarta. Para pedagang di sekitar Alun-Alun Selatan (Kidul) juga akan dilakukan pendataan dan penataan ulang.

”Baru rencana uji coba (penutupan), kan belum tahu (kapan akan dilakukan),” ujar GKR Mangkubumi, Pengageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa dikutip JawaPos.com dari Radar Jogja, Jumat (24/1).

Penutupan Plengkung Gading ini terkait dengan penataan sumbu filosofi Jogjakarta, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 18 September 2023. Sumbu filosofi merupakan garis imajiner yang menghubungkan Tugu Golong-Gilig, Keraton Jogja, hingga Panggung Krapyak.

”Itu kan bagian dari (penataan) sumbu filosofi,” jelas Tugu Golong-Gilig.

Penataan kawasan ini juga akan berdampak pada para pedagang di sekitar Benteng Baluwarti Keraton Jogja. GKR Mangkubumi menegaskan bahwa penataan ini bukan bertujuan untuk mengusir pedagang, melainkan untuk menata mereka lebih baik.

”Kami kan gak ngusir (pedagang), to. Lebih ditata,” tegas putri sulung Sultan Hamengku Bawono X itu.

Namun, dia belum memberikan detail terkait lokasi baru atau waktu pelaksanaan penataan tersebut. Saat ini, proses pendataan pedagang sedang berlangsung.

Penataan akan dilakukan seperti di kawasan Alun-Alun Utara, yang kini telah dipagari untuk menjaga kelestarian area tersebut.

”Ya belum tahu, kan baru rencana uji coba,” ucap GKR Mangkubumi.

Saat ini, Plengkung Gading masih terbuka untuk akses kendaraan. Sejumlah proyek pembangunan di dalam Benteng Baluwarti terlihat berjalan normal. Sebagian besar kawasan di sekitar benteng telah steril dari rumah-rumah warga, digantikan dengan tembok pendukung Baluwarti berwarna putih.

Namun, rencana ini belum sepenuhnya diketahui para pedagang di sekitar Alun-Alun Kidul (Alkid). Riyadi, seorang penjual angkringan yang sudah 35 tahun berjualan di Alkid, mengaku belum mendengar kabar mengenai penutupan Plengkung Gading maupun penataan pedagang.

”Kan ada paguyuban pedagang di Alun-Alun Kidul. Jadi memang belum ada kabar itu,” ujar Riyadi.

Hal senada disampaikan Karmila, pedagang makanan di Alkid, yang menyebut aktivitas pedagang masih berjalan normal karena belum ada informasi resmi dari paguyuban. ”Jadi kalau paguyuban belum ada info, masih tenang,” kata Karmila.

Kepala Dinas Kebudayaan DI Jogjakarta Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, belum mendapatkan informasi valid terkait rencana penutupan Plengkung Gading.

”Informasi valid itu harus dari Ngarsa Dalem. Selama saya belum mendapat arahan atau informasi yang jelas, ya bagi saya itu belum pasti,” ucap Dian Lakshmi Pratiwi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore