
Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah. (Laily Rahmawaty/Antara)
JawaPos.com–Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah menyebut semua pihak telah berupaya maksimal menangani buaya yang lepas dari penangkaran. Sejumlah menyebar ke beberapa perairan.
”Prinsipnya upaya kami aparat negara, di sini ada TNI, Polri lengkap, kemudian pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi, terakhir sudah didapat 34 buaya yang dievakuasi,” kata Yan seperti dilansir dari Antara di Batam, Selasa (21/1).
Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap lepasnya puluhan buaya tersebut, hingga dirasakan negara tetangga Singapura, menurut jenderal polisi bintang dua itu, itu merupakan sifat alami manusia yang merespons bahaya. Agar tidak memunculkan kejadian yang tidak diinginkan seperti buaya menyerang masyarakat atau permukiman, masyarakat diimbau untuk tidak mengancam keberadaan buaya.
”Buaya sama seperti manusia, kalau tidak diganggu juga tidak akan mengganggu,” terang Yan Fitri Halimansyah.
Perwira tinggi Polri itu mengimbau masyarakat untuk keseimbangan di alam, membersihkan lingkungan, agar tidak mengundang hewan reptil itu datang.
”Tinggal sekarang bagaimana masyarakat di pesisir ini berhati-hati, terutama para nelayan yang memanfaatkan garis-garis pantai, hati-hati supaya sesuatu hal yang kita tidak inginkan terjadi,” ujar Yan Fitri Halimansyah.
Yan menyebut, jebolnya tanggul atau dinding kolam penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) karena hujan deras. Itu menyebabkan banjir hingga air meluap dan menjebol pagar kolam buaya di Pulau Bulan tersebut.
”Menurut informasi dan data yang melakukan pemeriksaan, jebolnya pagar pembatas di situ yang membatasi kolam pada saat hujan tiga hari berturut-turut, volume air yang besar, mendobrak (pagar) sehingga jebol,” kata Yan.
Peristiwa lepasnya buaya penangkaran terjadi Senin (13/1) pada pukul 07.00 WIB diinformasikan masyarakat bahwa tanggul atau tembok pagar kolam penangkaran di Pulau Bulan Jebol akibat debit air hujan yang tinggi.
Hingga saat ini, pencarian dan evakuasi terhadap buaya masih berlanjut oleh Tim Gabungan Terpadu yang terdiri atas personel TNI, Polri, BBKSDA, Pemkot Batam, dan pihak perusahaan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
