
Ilustrasi mayat di kamar hotel (JawaPos.com)
JawaPos.com - Kematian polisi muda bernama Bripda Natanael Simanungkalit menyeret beberapa seniornya. Setelah memeriksa dan memproses seorang terduga pelaku, Polda Kepulauan Riau (Kepri) juga memeriksa 3 polisi lain. Mereka diduga mengetahui peristiwa sebelum korban dibawa ke rumah sakit hingga dinyatakan meninggal dunia.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menyampaikan bahwa terduga pelaku akan ditindak secara tegas. Bukan hanya proses etik, instansinya bakal menyeret senior Bripda Natanael itu ke ranah pidana. Asep menegaskan, proses hukum dalam kasus tersebut akan dilakukan sampai tuntas. Pihaknya tidak mentolerir segala bentuk tindak kekerasan. Apalagi sampai menyebabkan korban meninggal dunia.
”Saat ini, 1 orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, 3 anggota lainnya turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena berada di lokasi kejadian,” terang Asep saat dihubungi oleh awak media pada Rabu (15/4).
Bripda Natanael dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara pada Selasa dini hari (14/4). Sebelum dibawa ke rumah sakit pada Senin malam (13/4), personel Bintara Remaja Polda Kepri itu diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh seniornya. Atas peristiwa tersebut, Polda Kepri menyampaikan duka cita mendalam kepada pihak keluarga.
”Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ucap Asep.
Orang nomor satu di Polda Kepri itu menyampaikan bahwa saat ini Bid Propam Polda Kepri terus bekerja. Pihaknya tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Bukan hanya terhadap terduga pelaku, melainkan kepada semua pihak yang diduga mengetahui dan terlibat. Selain Bid Propam Polda Kepri, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri juga sudah bekerja.
”Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus ini,” tegas Asep.
Tidak hanya itu, jenderal bintang dua Polri tersebut menyampaikan bahwa pihaknya turut melibatkan Tim Independen. Salah satunya dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Tujuan untuk memastikan hasil pemeriksaan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022