
Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar acara Tanam 100 Pohon Langka bersama Pemuda Katolik. (Istimewa).
JawaPos.com - Gubernur Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar acara Tanam 100 Pohon Langka di Nawang Jagad, Kaliurang, pada Senin (20/1). Dalam kegiatan ini, Sri Sultan turut didampingi oleh Ketua Umum Pemuda Katolik dan Ormas Pemuda Lintas Iman.
Kegiatan ini mengambil tema 'Air adalah peradaban untuk masa depan'. Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui kegiatan ini, mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan.
"Manusia tidak seharusnya merusak alam, tetapi justru menjaga dan melestarikannya," kata Sri Sultan.
Sri Sultan menambahkan, lingkuhan harus dijaga karena ciptaan Tuhan. Semua pihak, terutama kalangan muda harus menyadari pentingnya menjaga lingkungan.
"Jangan merusak, tapi bagaimana menjaga ciptaan-Nya. Semua agama memiliki tujuan yang sama dalam menjaga lingkungan. Kesadaran ini harus tumbuh di kalangan anak muda," jelasnya.
Sementara, Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menyebut, aksi ini sebagai bukti nyata kolaborasi lintas iman untuk melestarikan lingkungan. Dia menautkan filosofi Keraton Jogjakarta, Memayu Hayuning Bawana, dengan ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si.
“Merawat bumi berarti merawat kehidupan itu sendiri. Dengan aksi ini, kita membangun Indonesia yang hijau dan berkelanjutan,” tegas Gusma.
"Para pemuda, jangan hanya mau menikmati alam, melainkan harus terus menjaga dan terus merawat, seperti halnya bumi yang kita cintai ini," lanjutnya.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin beranggap serupa. Dia memberikan makna pohon sebagai simbol dari Indonesia. Addin, mengibaratkan dahan, ranting, dan daun dari sebuah pohon adalah gambaran kebhinekaan Indonesia, sementara akar adalah kerajaan-kerajaan Nusantara yang menjadi pondasi bangsa.
"Tugas kita adalah merawat dan memupuk akar kebijaksanaan lokal agar pohon Indonesia terus tumbuh dan memberikan buah kesejahteraan," pungkas Addin.
Dalam acara ini, Pemuda Katolik mendapatkan jatah untuk menanam pohon Sawo Kecik, yang terkenal memiliki manfaat yang besar mulai dari buah, hingga pohonnya.
Acara ini turut dihadiri GKR Mangkubumi, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, dan RM Drasthya Wironegoro. Selain itu juga hadir para tokoh lintas iman, seperti Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, , Ketua Umum GAMKI Sahat MP Sinurat, Wakil Ketua Gemabudhi Wiryawan, dan perwakilan Pemuda Muhammadiyah DIY, Eko Priyo Agus Nugroho.
Penanaman 100 pohon ini menjadi simbol harapan akan kolaborasi lintas iman dan generasi untuk menjaga alam. Melalui aksi ini, pemuda Indonesia diajak mengambil peran lebih besar dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
