JawaPos.com - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 memengaruhi harga bahan pokok di Jawa Timur, terutama cabai. Harga cabai rawit, yang sempat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram di Pasar Genteng, menjadi sorotan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga cabai rawit di Jatim bervariasi, dengan Magetan mencatat harga tertinggi Rp 85 ribu per kilogram dan Bangkalan terendah Rp 25 ribu per kilogram.
Menurut pedagang di Pasar Genteng, Khofifah, kenaikan harga disebabkan oleh libur distributor sehingga stok cabai menipis. "Distributor cabai libur, kami tidak bisa stok. Saat ini, stok saya hanya tiga kilogram," katanya, Jumat (3/1).
Bahkan, Khofifah mengaku menjual cabai rawit dengan harga Rp 100 ribu per kilogram. “Sebelumnya, harga cabai sudah Rp 60 ribu per kilogram sebelum Natal,” tambahnya.
Namun, harga cabai di lapangan bervariasi. Parno, pedagang lain di pasar yang sama, menjual cabai rawit seharga Rp 45 ribu per kilogram. "Tergantung jenis cabainya. Tapi seharusnya harga maksimal Rp 60 ribu," ujarnya.
Berdasarkan data Siskaperbapo, meski sempat tinggi, harga cabai mulai turun. Cabai rawit turun 3,38 persen menjadi Rp62 ribu per kilogram, cabai merah keriting turun 8 persen menjadi Rp42.166 per kilogram, dan cabai merah besar turun 3,85 persen menjadi Rp41.666 per kilogram.
Cuaca buruk dan tingginya permintaan selama libur Nataru disebut menjadi faktor utama kenaikan harga. “Cuaca memengaruhi kualitas dan distribusi bahan pokok. Ditambah libur Nataru, distribusinya jadi terhambat,” kata Parno.