Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2024 | 20.58 WIB

Cuaca Ekstrem dan Hujan Deras di Jatim Mengakibatkan Banjir di Sidoarjo, Malang, Jember, Blitar, serta Trenggalek

SUNGAI MELUAP: Banjir susulan menggenangi sebagian Desa Wonosari, Kecamatan Kecamatan Tempurejo, Jember, kemarin (1/12). (JAWA POS RADAR JEMBER) - Image

SUNGAI MELUAP: Banjir susulan menggenangi sebagian Desa Wonosari, Kecamatan Kecamatan Tempurejo, Jember, kemarin (1/12). (JAWA POS RADAR JEMBER)

JawaPos.com – Cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan mulai memunculkan persoalan di sejumlah daerah. Di Jawa Timur, beberapa kota mengalami banjir dan longsor. Dalam sepekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat ada lima daerah yang dilanda bencana alam itu. Yakni, Sidoarjo, Malang, Jember, Blitar, dan Trenggalek.

Banjir dan longsor yang cukup parah terjadi di wilayah Malang Selatan. Sedikitnya 50 rumah rusak akibat terendam air. Di kawasan tersebut, sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan. Sebanyak 234 KK juga terdampak banjir di Jember. Sebagian jalan desa terendam. Hal tak jauh berbeda terjadi di Trenggalek dan Blitar.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto meminta masyarakat waspada. Terutama warga di kawasan rawan banjir dan longsor. ”Khusus untuk Malang yang memang jadi atensi, tim sudah merapat. Bantuan juga sudah dikirim,” kata Gatot.

Mantan Karo Kesra itu sudah melakukan inspeksi untuk mengetahui penyebab bencana. Dia menduga terjadi penyumbatan di aliran drainase menuju pantai akibat sampah masyarakat. Karena itu, bersama dengan Dinas PU Pengairan dan Pemkab Malang, BPBD akan membersihkan drainase dan membuat tembok pengaman sampah agar tidak masuk ke saluran air.

”Ini baru bisa kita lakukan saat air surut. Sebab, lubang drainase yang kita lihat tadi masih tertutup banjir,” kata Gatot.

BPBD juga meninjau jalan dan jembatan yang terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah titik. Misalnya, Desa Bantur, Kecamatan Bantur; Desa Rejoyoso; Kecamatan Bantur; dan poros jalan utama Bantur–Pagak di wilayah Sumberejo, Kecamatan Pagak. ”Nanti ada kajian. Infrastruktur harus segera dibangun,” kata Gatot.

Pantauan di Daerah

Sementara itu, pantauan tim Jawa Pos Radar Jember, banjir susulan kemarin terjadi di Dusun Curahlele dan Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. Akibatnya, jumlah warga yang terdampak luapan air Sungai Curahnongko semakin banyak. Meski begitu, tidak ada laporan korban jiwa.

Di Kabupaten Malang, hujan deras beberapa hari terakhir juga mengakibatkan banjir. Salah satunya di Kampung Ra’as, Dusun Sendangbiru, RT 21, RW 04, Desa Tambakrejo. Bahkan, hingga kemarin (1/12), air masih menggenangi lingkungan tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Malang, ketinggian air sekitar 60–70 sentimeter. Warga terpaksa mengungsi ke musala maupun rumah tetangga atau saudara terdekat.

Bencana longsor dan banjir di Kabupaten Blitar juga membuat jalur perlintasan kereta api jebol. Terdapat tujuh jalur KA yang mengalami keterlambatan keberangkatan. Petugas KAI kini melakukan pembersihan dan normalisasi. Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, terdapat gangguan perjalanan KA pada Sabtu di petak jalur Km 93+2/3 pukul 18.45. Tidak lama kemudian, terjadi longsor di Km 87+855 pukul 21.45. (hen/yun/jum/nur/jar/hai/c7/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore