Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 November 2024 | 15.28 WIB

Dinas Ketahanan Pangan Madiun Ambil Sampel Anggur Muscat Pedagang Buah

Petugas DKPP Kabupaten Madiun pantau dan ambil sampel anggur hijau impor atau Shine Muscat di Dolopo, Kabupaten Madiun. (Diskominfo Kab Madiun/Antara) - Image

Petugas DKPP Kabupaten Madiun pantau dan ambil sampel anggur hijau impor atau Shine Muscat di Dolopo, Kabupaten Madiun. (Diskominfo Kab Madiun/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun melakukan pemantauan aktivitas jual beli dan mengambil sampel anggur hijau impor atau Shine Muscat di sejumlah pedagang buah guna mengantisipasi kandungan residu berbahaya.

”Pemantauan dan pengambilan sampel komoditas buah tersebut menindaklanjuti instruksi dari Badan Pangan Nasional melalui Pemprov Jatim terkait temuan residu pestisida pada anggur Muscat di Thailand,” ujar Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan DKPP Kabupaten Madiun Sri Murdilah seperti dilansir dari Antara di Madiun.

Menurut dia ada sekitar lima toko buah yang didatangi timnya dan dilakukan pengambilan uji sampel. Lima toko buah tersebut terdapat di Kecamatan Dolopo, Jiwan, dan Mejayan.

Pemantauan dan pengambilan uji sampel tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan dan menjaga keamanan pangan. Setelah diambil sampel kemudian dibawa ke kantor DKPP setempat untuk dilakukan rapid test.

Sri Murdilah menambahkan, pihaknya baru sebatas mengambil sampel untuk diuji dan belum melakukan penarikan dari peredarannya. Sebab untuk penarikan, belum ada edaran resmi dari pusat.

Sementara itu, pedagang buah di wilayah Dolopo Madiun, Bayu mengaku anggur hijau impor Muscat sedang banyak dicari pelanggan dalam beberapa bulan terakhir dibandingankan anggur lokal. Hal itu karena buahnya lebih besar, daging buahnya tebal, manis, dan tanpa biji.

”Kondisi manis, enak, dan tanpa biji itu membuat banyak disukai orang meskipun harganya mahal,” kata Bayu.

Dia mengatakan, dalam sehari bisa menjual sebanyak 10 kilogram anggur hijau jenis Muscat tersebut dengan harga sekitar Rp 60 ribu per kilogram. Pihaknya berharap anggur Muscat yang dijualnya tersebut aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Sebab kalau dilakukan penarikan, pihaknya akan rugi.

Meski demikian dia akan mematuhi aturan jika nanti hasil uji sampel telah keluar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore