
Polisi saat di lokasi kejadian, seorang ibu yang diduga membunuh dua anak kandungnya di Kelurahan Manisrengg, Kota Kediri. (Asmaul/Antara)
JawaPos.com–Aparat Kepolisian Sektor Kota Kediri menangani kasus pembunuhan yang diduga dilakukan seorang ibu kepada dua anaknya yang masih usia sekolah.
Kepala Kepolisian Sektor Kediri Kota Komisaris Polisi Ridwan Sahara menjelaskan, polisi mendapatkan informasi soal tindakan penganiayaan berat hingga korban meninggal dunia tersebut pada Selasa (3/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Sejumlah anggota polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan terduga pelaku penganiayaan.
”Anggota ke lokasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, korban di RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Terduga pelaku serta saksi dibawa ke Polres Kediri Kota untuk pendalaman, memberikan keterangan yang diperlukan,” kata Ridwan Sahara seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, kasus tersebut terungkap berawal dari suami terduga pelaku yang mendengar suara rintihan anak korban. Saat kejadian, suami terduga pelaku, Muhammad Zakaria, dan kedua anaknya sedang tidur. Tiba-tiba istri Muhammad Zakaria, yakni ID, melakukan penganiayaan kepada kedua anaknya.
Suami korban yang mendengar rintihan anaknya langsung bangun dan kaget melihat istrinya membawa parang. Kemudian Zakaria mengamankan istrinya dan menghubungi keluarga serta RT dan polisi.
Kedua anak korban bernama MB, 14, dan Binti, 7, meninggal dunia dengan luka di bagian kepala.
”Kondisi korban ini terluka parah. Dini hari itu langsung melakukan (penganiayaan) ke anak-anaknya tanpa diketahui suaminya. (Luka) di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya, tetapi yang parah luka di kepala,” terang Ridwan Sahara.
Ridwan menambahkan, kondisi rumah pelaku memprihatinkan. Hanya ada satu kasur dan mereka bersama-sama tidur di tempat tersebut.
Hingga kini, rumah yang bersangkutan sudah diberi garis polisi. Petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan terkait kondisi psikologis korban yang disebut tetangga terkadang sering marah.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 06, Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, Suparmanto menjelaskan, ID terkadang seperti mengalami depresi. Kondisinya tidak normal, kadang sehat tetapi terkadang juga depresi.
Dia juga kaget dengan kejadian tersebut dan melihat langsung kondisi di lokasi kejadian, termasuk dua anak yang menjadi korban.
Suparmanto juga menemui Muhammad Zakaria yang saat itu juga sudah membawa keluar rumah istrinya ID. Saat itu, bahkan ID sempat menyalami dirinya dan meminta maaf.
”Pelaku diamankan diam saja. Sempat bersalaman juga, tetapi wajahnya cemberut,” papar Suparmanto.
Tetangga pelaku mengatakan anak korban selama ini dikenal sangat cerdas. Bahkan, anak pertama juga ikut olahraga pencak silat Pagar Nusa.
”Anak yang pertama itu seumuran dengan anak saya, anggota Pagar Nusa di sini, latihannya sering di depan musala. Suaranya juga bagus, pintar,” kata Zainal, tetangga pelaku yang juga Ketua Pagar Nusa Ranting Manisrenggo, Kota Kediri itu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
