
SAFARI POLITIK: Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengunjungi Ponpes Darul Quran Salafiah, di Klaten, Selasa (30/10).
JawaPos.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto melakukan safari politik ke pondok pesantren (Ponpes) Darul Quran Salafiah, di Desa Demakijo, kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (30/10). Dalam kunjungannya, Prabowo turut didampingi Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan, dan juga mantan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan, bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk bersilaturahmi dan bukan sebagai ajang mencari dukungan. "Tujuan saya kesini adalah untuk bersilaturahmi dan tidak minta dukungan, dimana saya menjadi Capres 2019 mendatang," ungkap Prabowo di hadapan para tamu undangan.
Lebih lanjut Prabowo menyampaikan alasannya mengapa dirinya tidak meminta dukungan dari Ponpes. Menurutnya, Ponpes bukanlah tempat untuk mencari dukungan. "Bagi saya, ulama, kiai, Ponpes harus di atas politik praktis. Kiai, ulama, milik semua, milik seluruh rakyat. Itu pendapat saya," ucapnya.
Prabowo juga mengatakan, bahwa dirinya mempunyai kedekatan dengan para ulama. Itu sudah terjalin semenjak dirinya menjadi prajurit. Di mana sudah sewajarnya jika tentara dekat dengan para ulama.
Sebagai seorang prajurit berarti sudah siap untuk menghadapi maut. Berangkat tugas berarti sudah siap untuk mati.
Bahkan, Prabowo juga mengatakan, bahwa saat menjadi prajurit, dirinya mempunyai kebiasaan dimandikan oleh kiai. Tujuannya adalah saat mati di pertempuran atau medan perang tidak dimandikan lagi. "Itu pegangan saya dan mati di pertempuran itu berarti mati syahid," ucapnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Quran Salafiah, Sutanji mengatakan bahwa pihaknya terbuka menerima siapa saja tamu yang datang ke Ponpes. Baik itu Prabowo atau yang lainnya.
"Kami terbuka menerima siapa saja yang datang, saya tadi mengatakan kepada Pak Prabowo karena kedatangannya untuk bersilaturahmi maka saya juga tidak menganjurkan para santri untuk mencoblos bapak," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
