Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Agustus 2024 | 17.36 WIB

BMKG Survei Sesar Probolinggo Jawa Timur, Hasilnya Mengejutkan

BMKG bekerja sama dengan berbagai institusi terkait melaksanakan kegiatan Kajian Sesar Aktif yang berfokus pada sesar Probolinggo. (Istimewa) - Image

BMKG bekerja sama dengan berbagai institusi terkait melaksanakan kegiatan Kajian Sesar Aktif yang berfokus pada sesar Probolinggo. (Istimewa)

JawaPos.com–Tatanan tektonik Pulau Jawa utamanya dipengaruhi proses subduksi ortogonal di bawah Samudra Hindia yang menciptakan variasi deformasi di Pulau Jawa. Seperti sesar-sesar kompresional di depan busur yang salah satunya meliputi Sesar Probolinggo di Jawa Timur.

Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Rahmat Triyono, ST., Dipl. Seis, M.Sc mengatakan, keberadaan sesar-sesar aktif di darat itu memicu potensi bahaya gempa bumi yang dapat berdampak signifikan pada area di sepanjang sesar dan di sekitar episentrum. Bahaya yang mungkin timbul meliputi goncangan, retakan permukaan, longsor, dan likuifaksi.

”Dampak nyata dari kejadian gempa bumi akibat dari keberadaan sesar-sesar aktif di darat salah satunya terjadi di Kabupaten Cianjur, provinsi Jawa Barat, pada 21 November 2022 yang menimbulkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerugian material yang tidak sedikit,” kata Rahmat kepada JawaPos.com.

Data gempa bumi BMKG sejak 2016-2024 mencatat adanya gempa mikro di daerah Probolinggo – Situbondo - Bondowoso yang mengindikasikan adanya sesar aktif pada wilayah tersebut. Dugaan itu diperkuat catatan gempa merusak yang terjadi di daerah Situbondo pada 9 September 2007 yang dampaknya sejalan dengan hasil pemodelan Earthquake Planning Scenario dengan magnitude 5,9 yang menunjukkan adanya potensi dampak kerusakan ringan-sedang. Namun keberadaan dari sesar aktif tersebut perlu dikaji lebih mendalam.

Sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi, Rahmat menyampaikan, BMKG bekerja sama dengan berbagai institusi terkait melaksanakan kegiatan Kajian Sesar Aktif untuk wilayah Jawa Timur yang berfokus pada sesar Probolinggo. Tujuannya untuk memahami dan mempelajari karakteristik dan mekanisme dari sesar tersebut.

”Pada kegiatan ini akan dilakukan pemetaan yang komprehensif terhadap sesar aktif untuk mengetahui posisi, geometri, dan wilayah patahan sesar, dari tingkat kabupaten hingga desa,” ujar Rahmat.

Pemetaan tersebut sangat penting untuk memahami potensi bahaya gempa bumi di wilayah itu. Hal tersebut untuk melakukan mitigasi risiko bencana dan mempertimbangkan dampaknya yang signifikan bagi masyarakat.

Rahmat menambahkan, mengingat lokasinya dekat dengan kota-kota besar seperti Surabaya dan Probolinggo, serta objek vital nasional seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, kajian itu menjadi sangat relevan.

”Kajian ini menerapkan berbagai metode investigasi permukaan (seperti geomorfologi tektonik, paleoseismologi, dan geologi kuarter) yang didukung penelitian sub-surface menggunakan metode geofisika (seperti geolistrik dan georadar), studi pola seismisitas (seismologi), dan penyelidikan geologi sub-surface (melalui metode paleoseismic trenching),” papar Rahmat Triyono.

Survei lapangan di wilayah Jawa Timur secara umum akan dibagi menjadi beberapa tahap yang meliputi survei pendahuluan, akuisisi data lidar, geologi permukaan, geofisika, dan paleoseismologi (trenching). Kegiatan itu dimulai pada Agustus hingga Desember 2024 di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Situbondo.

Rahmat membeberkan hasil dari kegiatan itu diharapkan dapat memberikan informasi tentang keberadaan sesar Probolinggo serta dampak yang diakibatkan dari aktivitas sesar tersebut. Informasi tersebut akan digunakan sebagai rekomendasi dalam rencana tata ruang wilayah pemerintah daerah.

Untuk mencapai hasil yang optimal, berbagai instansi dan lembaga terlibat dalam kegiatan itu, meliputi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Geologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), dan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang difasilitasi melalui pendanaan penuh World Bank melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore