Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Agustus 2024 | 23.08 WIB

Dinkes Jogjakarta Gencarkan Skrining Penyakit Ginjal pada Siswa SD-SMP

Ilustrasi ginjal. (Antara) - Image

Ilustrasi ginjal. (Antara)

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kota Jogjakarta menggencarkan skrining penyakit ginjal bagi siswa SD-SMP. Hal itu untuk mencegah kasus gagal ginjal hingga memerlukan pengobatan cuci darah atau hemodialisis pada anak.

”Kami melakukan program lintas bidang yang terkait dengan pencegahan itu. Kami melakukan program wajib yaitu skrining (penyakit) anak-anak sekolah,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Jogjakarta Waryono seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta.

Dalam skrining itu, menurut dia, para siswa diminta mengisi jawaban sekaligus wawancara terkait ada atau tidaknya penyakit tidak menular (PTM), termasuk gangguan ginjal. Berdasar hasil penapisan tersebut, sementara belum ditemukan kasus gagal ginjal pada anak di Kota Jogjakarta.

Dia mengakui sempat ditemukan satu pasien anak yang memiliki gejala gangguan pada ginjal. Namun bisa langsung tertangani setelah dirujuk ke RSUP Sardjito.

”Belum ada yang spesifik langsung gagal ginjal. Mungkin baru gejala awal kemudian sudah bisa tertangani,” tutur Waryono.

Hal itu ditekankan Waryono merespons informasi banyaknya pasien anak yang melakukan pengobatan cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang beberapa waktu lalu viral di media sosial. Selain skrining, Dinkes Kota Jogjakarta bekerja sama dengan dinas pendidikan menggencarkan edukasi konsumsi makanan dan minuman yang sehat bagi siswa melalui program kantin sehat untuk mencegah gangguan ginjal.

Waryono menuturkan kebiasaan anak mengonsumsi minuman berpewarna dan berpemanis buatan memiliki risiko merusak nefron sehingga dapat mengakibatkan gagal ginjal.

”(Minuman berpewarna) banyak menyebabkan keracunan di nefron itu. Filternya itu kan di nefron, nah kalau nefronnya ada gangguan ya sudah enggak bisa menyaring (hasil metabolisme tubuh) dengan bagus,” terang Waryono.

Dinkes Kota Jogjakarta, kata Waryono, telah memetakan rumah sakit yang dapat melayani cuci darah atau hemodialisis di Kota Jogjakarta. ”Kalau dia (pasien) anak, berarti akan kita rujuk ke RSUP Sardjito sebagai induk rumah sakit,” ucap Waryono.

Sebelumnya, dokter spesialis anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Eka Laksmi Hidayati telah mengklarifikasi bahwa banyaknya jumlah anak yang menjalani dialisis atau cuci darah untuk menangani gagal ginjal di sana karena RSCM menjadi rumah sakit rujukan yang menerima pasien bahkan dari luar Jawa. Saat ini terdapat sekitar 60 anak menjalani dialisis secara rutin, yang 30 anak di antaranya menjalani hemodialisis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore