
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono.
JawaPos.com–Provinsi Jawa Timur menjadi lumbung pangan nasional. Jawa Timur sebagai provinsi penyangga pangan nasional menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas demi kesehatan masyarakat.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan, keamanan pangan bukan cuma bagian penting bagi ketahanan pangan. Tapi juga segi kesehatan untuk masyarakat.
”Bagaimana makanan itu kandungannya aman, sehat, dan tidak membahayakan, saat dikonsumsi,” ujar Adhy.
Adhy menyebut, Jawa Timur telah melakukan beberapa langkah penting dalam memastikan dan mencegah kontaminasi bahan pangan yang beredar di masyarakat. Agar masyarakat lebih sehat dan produk pangan nasional lebih berdaya saing.
”Ini membuat kami sadar bahwa bukan cuma kuantitas bahan pangan yang diperlukan, tapi juga kualitas dan rantai pasok yang sehat,” kata Adhy.
Keamanan pangan menjadi penting sebagaimana diteliti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tiap tahun sekitar 600 juta orang jatuh sakit akibat 200 jenis penyakit bawaan makanan. Penyakit bawaan makanan bertanggung jawab atas 420 ribu kematian yang dapat dicegah setiap tahun.
Pemprov Jatim senantiasa bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi serta Badan Pangan Nasional melakukan pengawasan pre-market dan post-market dengan ketat. Itu guna memastikan keamanan pangan segar asal tumbuhan.
Jawa Timur juga melakukan penguatan koordinasi, kolaborasi, sinergi dengan semua stakeholder terkait, penguatan regulasi, infrastruktur, dan kompetensi SDM, termasuk penguatan kapasitas kelembagaan keamanan pangan daerah.
Pj Gubernur Adhy menambahkan, salah satu kepedulian yang ditunjukkan Pemprov Jatim melalui kerja sama dengan Bapanas adalah layanan laboratorium keliling dan pos pantau untuk memastikan tidak ada kontaminasi bahan pangan segar di berbagai pasar. Selain itu, terdapat juga pasar bebas kontaminasi atau Pasar Segar Aman (Pas Aman) di sembilan kabupaten dan kota. Salah satunya Pasar Nambangan Surabaya yang menjadi pilot project Pas Aman.
Adhy pun berkomitmen untuk menjaga hasil panen Jatim demi mendukung ketahanan pangan di era krisis iklim global.
”Kita mulai menghadapi climate change dan kebakaran tapi dengan bantuan dan sinergi dari segala pihak terkait termasuk Kementerian Pertanian, insya Allah kami bisa mempertahankan panen kita,” tegas Adhy.
Perwakilan WHO Indonesia Dr. Momoe Takeuchi, menyampaikan, saat ini dihadapkan pada kondisi tidak terduga karena kejadian yang disebabkan pangan yang tidak aman.
”Di Indonesia, hampir 5.000 kasus keracunan makanan dilaporkan dari Januari hingga Oktober 2023, yang meningkat 30 persen dari tahun 2020,” terang Momoe Takeuchi.
Momoe menjelaskan bahwa keamanan pangan yang tidak memadai dapat menyebabkan siklus kesehatan dan gizi yang tidak berakhir.
Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menambahkan, isu perubahan iklim berdampak pada keamanan pangan. Perlu kolaborasi kesiapsiagaan sehingga potensi ketidakamanan pangan dapat dicegah untuk mewujudkan pangan segar aman.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
