
Ilustrasi Kawah I dan II Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu, di Ende, NTT, Minggu (26/5).
JawaPos.com–Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengingatkan masyarakat dan pengunjung tentang potensi bahaya Gunung Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung tersebut saat ini berada pada tingkat aktivitas Level II atau Waspada.
”Potensi ancaman bahaya Gunung Kelimutu saat ini adalah erupsi freatik dan magmatik yang menghasilkan lontaran material dalam radius 250 meter,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu Irwan Ka Uman seperti dilansir dari Antara, Selasa (28/5).
Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato yang memiliki tiga danau kawah. Yakni Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu).
Data pemantauan secara visual dan instrumental menunjukkan perubahan yang signifikan warna air danau Kawah I. selain itu, penampakan dan sebaran dari belerang di permukaan air danau Kawah II yang semakin intensif.
Badan Geologi pun menyebut potensi ancaman dari kondisi terkini yakni erupsi freatik dan magmatik. Selain itu hujan abu dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin.
Irwan menerangkan, erupsi freatik adalah erupsi atau letusan yang terjadi ketika magma memanaskan air tanah atau air permukaan. Temperatur magma yang ekstrem menyebabkan penguapan air yang hampir seketika menjadi uap, menghasilkan ledakan uap, air, abu, batu, dan bom vulkanik.
”Sedangkan erupsi atau letusan magmatik adalah letusan yang disebabkan keluarnya magma dari dalam perut bumi,” terang Irwan Ka Uman.
Dia menjelaskan, erupsi magmatik merupakan salah satu jenis aktivitas vulkanik yang terjadi ketika magma dari dalam bumi naik mendekati permukaan dan keluar melalui gunung berapi. Dengan melihat hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi bahaya itu, lanjut Irwan Ka Uman, tingkat aktivitas Gunung Kelimutu pun dinaikkan dari Level I atau Normal ke Level II atau Waspada sejak 24 Mei.
Badan Geologi juga merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak berada dalam radius 250 meter dari tepi kawah. Irwan menambahkan, pengamatan visual Kawah I saat ini yakni air danau kawah berwarna cokelat kehitaman, teramati bulan air dibagikan sebelah timur laut di atas permukaan air danau kawah, serta bau gas belerang tercium lemah.
Selanjutnya di Kawah II, air danau kawah berwarna biru muda, teramati endapan belerang berwarna kuning muda bertebaran di atas permukaan air danau kawah di bagian tengah hingga ke bagian tenggara dan selatan.
”Pada Kawah III, teramati air danau kawah berwarna hijau tua,” ujar Irwan Ka Uman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
