Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Mei 2024 | 18.32 WIB

Badan Geologi Ingatkan Masyarakat Potensi Bahaya Erupsi Gunung Kelimutu

Ilustrasi Kawah I dan II Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu, di Ende, NTT, Minggu (26/5). - Image

Ilustrasi Kawah I dan II Danau Kelimutu, Gunung Kelimutu, di Ende, NTT, Minggu (26/5).

JawaPos.com–Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengingatkan masyarakat dan pengunjung tentang potensi bahaya Gunung Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung tersebut saat ini berada pada tingkat aktivitas Level II atau Waspada.

”Potensi ancaman bahaya Gunung Kelimutu saat ini adalah erupsi freatik dan magmatik yang menghasilkan lontaran material dalam radius 250 meter,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu Irwan Ka Uman seperti dilansir dari Antara, Selasa (28/5).

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato yang memiliki tiga danau kawah. Yakni Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu).

Data pemantauan secara visual dan instrumental menunjukkan perubahan yang signifikan warna air danau Kawah I. selain itu, penampakan dan sebaran dari belerang di permukaan air danau Kawah II yang semakin intensif.

Badan Geologi pun menyebut potensi ancaman dari kondisi terkini yakni erupsi freatik dan magmatik. Selain itu hujan abu dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung pada arah dan kecepatan angin.

Irwan menerangkan, erupsi freatik adalah erupsi atau letusan yang terjadi ketika magma memanaskan air tanah atau air permukaan. Temperatur magma yang ekstrem menyebabkan penguapan air yang hampir seketika menjadi uap, menghasilkan ledakan uap, air, abu, batu, dan bom vulkanik.

”Sedangkan erupsi atau letusan magmatik adalah letusan yang disebabkan keluarnya magma dari dalam perut bumi,” terang Irwan Ka Uman.

Dia menjelaskan, erupsi magmatik merupakan salah satu jenis aktivitas vulkanik yang terjadi ketika magma dari dalam bumi naik mendekati permukaan dan keluar melalui gunung berapi. Dengan melihat hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi bahaya itu, lanjut Irwan Ka Uman, tingkat aktivitas Gunung Kelimutu pun dinaikkan dari Level I atau Normal ke Level II atau Waspada sejak 24 Mei.

Badan Geologi juga merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak berada dalam radius 250 meter dari tepi kawah. Irwan menambahkan, pengamatan visual Kawah I saat ini yakni air danau kawah berwarna cokelat kehitaman, teramati bulan air dibagikan sebelah timur laut di atas permukaan air danau kawah, serta bau gas belerang tercium lemah.

Selanjutnya di Kawah II, air danau kawah berwarna biru muda, teramati endapan belerang berwarna kuning muda bertebaran di atas permukaan air danau kawah di bagian tengah hingga ke bagian tenggara dan selatan.

”Pada Kawah III, teramati air danau kawah berwarna hijau tua,” ujar Irwan Ka Uman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore