Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2024 | 02.42 WIB

Perkuat Kemitraan dalam Filantropi Islam, UNHCR Gelar Halal bi Halal

UNHCR mengadakan halal bi halal bersama tokoh-tokoh penting dari organisasi filantropi Islam, pakar, dan cendekiawan. - Image

UNHCR mengadakan halal bi halal bersama tokoh-tokoh penting dari organisasi filantropi Islam, pakar, dan cendekiawan.

JawaPos.com  Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) di Indonesia menyelenggarakan acara Halal bi Halal perdana pada Kamis (2/5). Acara ini mempertemukan tokoh-tokoh penting dari organisasi filantropi Islam, pakar, dan cendekiawan untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam mendukung para pengungsi.

Ann Maymann selaku Perwakilan UNHCR untuk Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima menyoroti peran UNHCR sebagai mitra distribusi strategis untuk dana Zakat dan Sadaqah. Ia menekankan bahwa UNHCR memastikan dana-dana ini menjangkau para pengungsi yang paling membutuhkan.

“Melalui inisiatif Filantropi Islam, UNHCR telah memberikan bantuan kepada 1.172.384 penerima manfaat zakat di 20 negara dan 826.988 penerima manfaat sadaqah di 16 negara selama tahun 2023, termasuk Indonesia,” ungkapnya.

Acara ini menampilkan diskusi panel mendalam yang menyentuh konteks sejarah terkait dukungan terhadap pengungsi dalam Islam, prinsip-prinsip filantropi inklusif, dan bagaimana organisasi Islam dapat mengoptimalkan strategi komunikasi mereka.

Ulama dan Dewan Syariah Prof. DR. KH. M. Amin Suma menekankan bahwa secara umum dan keseluruhan, Islam menyikapi kaum pengungsi harus bersifat adil dan arif bijaksana. “Lembaga filantropi yang punya komitmen untuk membantu pengungsi bisa dibilang lembaga filantropi yang sudah mengedepankan prinsip-prinsip inklusivitas,” katanya.

Dalam sesi khusus, NU Care-LAZISNU dan LAZISMU, masing-masing mewakili organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, menyerahkan donasi masing-masing senilai IDR 225.000.000 untuk pengungsi di Indonesia melalui UNHCR.

Drs. Qohari Choli selaku Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU mengungkapkan komitmen organisasinya untuk mendukung para pengungsi. “Kami termotivasi untuk bisa bersama-sama membantu para pengungsi karena atas dasar kemanusiaan di mana para pengungsi ini tidak pernah mengharapkan situasi seperti itu dan memaksanya untuk mengungsi,” katanya.

Hal serupa diungkapkan oleh Ibnu Tsani selaku Direktur Eksekutif LAZISMU. “LAZISMU secara kelembagaan menganut sistem Islam Rahmatan-Lil-Alamin. Artinya Islam harus menjadi solusi berbagai problematika kemanusiaan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia,” katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore