Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 April 2024 | 03.46 WIB

Dinas Pariwisata Provinsi Bali Siapkan Lima Objek Wisata untuk Kunjungan Delegasi World Water Forum ke-10

Pemandangan sawah di Jatiluwih Bali. (Kemenparekraf) - Image

Pemandangan sawah di Jatiluwih Bali. (Kemenparekraf)

JawaPos.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali telah menyiapkan beberapa destinasi wisata untuk dikunjungi oleh delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan pada 18 hingga 25 Mei 2024. Hingga saat ini, telah dipilih lima lokasi dengan dua jenis program wisata.

Pemerintah RI akan menawarkan beberapa lokasi kepada seluruh delegasi dunia untuk World Water Forum (WWF) ke-10. Lokasi pertama yang disebutkan adalah Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), yang merupakan venue utama acara tersebut.

BNDCC merupakan fasilitas konvensi terbaru dan paling modern di Bali, berlokasi hanya 20 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Terletak di kompleks resor Nusa Dua yang terkenal, BNDCC memiliki akses mudah ke berbagai tempat wisata di Bali.

Lokasi kedua adalah Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, sebuah taman budaya seluas 60 hektar yang menawarkan pertunjukan seni dan budaya, pameran, dan konferensi.

Di sini, pengunjung dapat menikmati dataran tinggi kapur dan keindahan taman yang tenang, serta melihat patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 120 meter yang menggambarkan Dewa Wisnu menunggang burung Garuda.

Selanjutnya ketiga adalah Ubud, sebuah desa di pegunungan Bali yang terkenal sebagai pusat seni dan budaya. Ubud menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan merupakan rumah bagi berbagai museum, galeri seni, dan kerajinan tangan khas Bali.

Lokasi keempat adalah Teras Sawah Jatiluwih, yang menawarkan pemandangan indah teras sawah yang dibangun dengan sistem irigasi Subak, sebuah sistem air komunal yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Pembangunan di kawasan ini diatur dan diawasi secara ketat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kemudian lokasi kelima adalah Taman Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai, sebuah kawasan konservasi mangrove dan tempat wisata edukasi yang menjadi tujuan kunjungan delegasi KTT G20 pada tahun 2022.

Taman ini memiliki luas 1.300 hektar dan menjadi habitat bagi berbagai jenis burung dan hewan air, serta menjadi benteng hijau terbaik di pesisir selatan Bali.

Kelima lokasi yang disiapkan dapat menampung rata-rata 100 orang dengan 20 unit bus, dan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pengelola objek wisata untuk memastikan kenyamanan delegasi di sana.

Meskipun belum ada informasi resmi mengenai jadwal kunjungan delegasi World Water Forum ke-10, program wisata ini akan diselipkan di antara agenda yang padat untuk 193 negara peserta.

"Kami menggunakan sistem first come first serve untuk pendaftaran, sehingga kapasitasnya tidak melebihi. Kami juga memberikan informasi mengenai apa yang diperbolehkan dan tidak, serta apa yang perlu dibawa, karena tidak semua delegasi mungkin mau atau dapat ikut," ujar Tjok Pemayun.

Beberapa delegasi utama, atau yang disebut Very Very Important Person (VVIP), akan terbebas dari biaya pungutan wisatawan mancanegara (wisman).

"Ada beberapa delegasi yang menjadi pengecualian, namun jika ada tambahan nama, kami akan melakukan verifikasi terlebih dahulu," jelas Tjok Pemayun.

Sejak 14 Februari 2024, telah diterapkan Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 6 Tahun 2023 mengenai Pungutan bagi Wisatawan Asing untuk Perlindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali, yang berlaku juga untuk delegasi World Water Forum ke-10.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore